Advertisement
Awal 2021, Kanada Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Sampah plastik ditumpuk di luar pabrik daur ulang ilegal di Jenjarom, Kuala Langat, Malaysia, Minggu (14/10/2018). Pada Mei 2019, Pemerintah Malaysia menyatakan akan memulangkan 3.000 ton sampah yang tidak bisa didaur ulang ke Kanada, Inggris, dan Australia. - Reuters/Lai Seng Sin
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA --Pada awal 2021 nanti, Kanada akan mulai melarang penggunaan plastik sekali pakai. Tujuannya untuk memangkas sampah yang tak bisa didaur ulang dan melindungi laut.
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menyatakan sebagai orang tua, dia kesulitan menjelaskan mengapa ada paus mati dengan perut penuh sampah plastik. Generasinya disebut bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam untuk diwariskan ke generasi selanjutnya.
Advertisement
"Sebagai orang tua, kita berada di titik di mana kita membawa anak-anak ke pantai dan kita harus mencari area yang bersih dari sedotan, styrofoam, atau botol-botol. Ini adalah suatu masalah dan kita harus melakukan sesuatu," tegasnya, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (13/6/2019).
Lihat postingan ini di Instagram
Dengan jeda waktu sekitar 1,5 tahun hingga 2021, Pemerintah Kanada akan melakukan riset terkait plastik jenis apa yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, juga bakal memberikan waktu bagi para pengusaha untuk menyesuaikan diri.
Produsen plastik nantinya diwajibkan untuk memenuhi kuota daur ulang dan pemerintah federal serta provinsi akan melakukan pengawasan lebih ketat agar perusahaan-perusahaan terkait ikut terlibat dalam proses daur ulang.
Pada awal tahun ini, Parlemen Eropa juga telah memutus untuk melarang penggunaan produk plastik sekali pakai. Langkah ini juga dilakukan Kanada menyusul perseteruan dengan Filipina dan Malaysia terkait kargo sampah yang dikirim dari negara tersebut.
Kurang dari 10 persen plastik yang digunakan di Kanada didaur ulang. Pemerintah negara Amerika Utara itu juga menyebutkan warga Kanada akan membuang produk plastik bernilai sekitar 11 miliar dolar Kanada, setara dengan US$8,3 miliar, per tahun hingga 2030.
Menjelang Pemilu pada akhir tahun ini, isu perubahan iklim dan polusi menjadi beberapa hal yang paling dipantau oleh warga Kanada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Reuters/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Musda Molor, Perebutan Ketua Golkar Gunungkidul Memanas
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Viral di Medsos, Kasus Pencurian Celana Dalam Wanita di Bantul Selesai
- Jalan di Padukuhan Wunut Bantul yang Sempat Putus Kembali Tersambung
- Derbi Catalunya Milik Barca, Flick Puas Tapi Tetap Soroti Evaluasi
- AS Akui Operasi Absolute Resolve Venezuela Direncanakan Berbulan-bulan
- Rumah Warga di Mergangsan Jogja Terbakar Diduga Konsleting
- Maduro Ditangkap dan Ditahan di New York, Venezuela Tuntut Pembebasan
- Deretan Foto Supermoon yang Pertama di Tahun 2026
Advertisement
Advertisement



