Ini Bahaya Anak Panah Perusuh 22 Mei yang Diungkap Polisi..

Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Ist/Antara.
31 Mei 2019 23:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Seusai meringkus empat perusuh yang melakukan perusakan terhadap mobil Brimob saat kerusuhan di kawasan Jakarta Barat pada tanggal 22 Mei 2019, polisi menemukan racun pada busur panah yang disita.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisiaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, ditemukan zat senyawa kimia Zink Posfit pada busur panah tersebut. Zat tersebut ditaruh si ujung anak panah.

"Kami menemukan unsur kimia lain yang berbahaya yaitu zat karat atau Zink Posfit," ujar Hengki kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Hengki menerangkan, zat tersebut sangat beracun. Apabila terkena zat tersebut, dapat berakibat perdarahan hingga tetanus.

Sebelumnya, polisi menangkap empat orang yang diduga melakukan perusakan mobil Brimob saat kerusuhan di kawasan Jakarta Barat pada tanggal 22 Mei 2019. Keempatnya diringkus pada Kamis (30/5/2019).

Hengki menyebutkan, para pelaku memunyai niatan untuk melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian. Hal tersebut terlihat dari senjata yang disita dari tangan para pelaku kerusuhan.

"Mereka memang memunyai niat melawan petugas dengan sasaran yang sudah jelas. Sasaran itu  adalah petugas dan properti milik kepolisian dan asrama. Hal itu bisa dibuktikan dengan barang bukti yang sudah dilakukan  pemeriksaan, dan adanya  benda tajam, bom molotov, busur-busur  yang ternyata mangandung racun maupun Korosif," jelasnya.

Hengki menambahkan, para pelaku telah menyiapkan senjata sebelum menyerang asrama Brimob. Beruntung anggota kepolisian yang berjaga tak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.

"Alhamdulilah anggota tidak ada yang terluka karena sebagian besar anggota yang di depan menggunakan bodi protektor sehingga selamat.”

Sementara ini, total ada 189 tersangka yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat terkait aksi kerusuhan 21-22 Mei lalu di kawasan Jakarta Barat. Pihaknya akan memilah peran-peran mereka dalam kerusuhan nantinya.

"Kami lakukan rekonstruksi untuk mengetahui peran masing-masing di mana posisi, apa yang dilakukan dan sebagainya,” tuturnya.

Sumber : Suara.com