Polisi Temukan Uang dalam Amplop Senilai Rp6 Juta dari Massa Bayaran di Depan Bawaslu

Demonstran menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Unjuk rasa dilakukan pascpengumuman penetapan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
22 Mei 2019 18:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan aparatnya menemukan uang sebesar Rp6 juta dari massa bayaran yang membuat kerusuhan pada Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu dini hari.

Aksi tersebut merupakan bagian dari aksi penolakan hasil Pemilu 2019, di depan gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat.

"Yang diamankan ini kami lihat, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang bayar," kata Tito saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Tito mengungkapkan, orang yang ditangkap tersebut diduga sebagai pelaku atau provokator pemicu kerusuhan. Sebagian orang yang ditangkap tersebut bertato di tubuhnya.

"Kemudian kita melihat juga sebagian mohon maaf sebagian pelaku yang melakukan aksi anarkis ini juga memiliki tato," ujar Tito.

Dalam kerusuhan di Petamburan, sebanyak 25 kendaraan, yang terdiri dari dua kendaraan dinas, 23 kendaraan pribadi dirusak oleh massa yang anarkis.

Selain kerusuhan di Petamburan, Tito juga menyebutkan peristiwa di Asrama Polri Cideng, Jakarta Pusat. Massa disebut tengah berusaha menyerang asrama yang juga diisi oleh keluarga kepolisian.

"Ada juga di Jatinegara ada yang bakar ban di jalan. Kurang lebih 50-100 orang, kemudian bisa dibubarkan," ucap Tito.

Sumber : Antara