Inacoin Mulai Dikenalkan di Jogja

Kreator Inacoin Iwan Kurniawan (dua dari kiri) dan Stakeholder Inacoin Jogja Yoyok Kusharto (paling kiri) saat memperkenalkan Inacoin di Jogja, pekan ini. - Ist/Inacoin.
11 Mei 2019 17:17 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Investasi uang elektronik karya anak bangsa, Inacoin secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Jogja. Investasi tersebut dinilai salah satu lini investasi yang dinilai menguntungkan.

Kreator Inacoin Iwan Kurniawan mengatakan produk yang diproduksi pada tahun 2018 itu berbeda dari mata uang kripto yang pernah ada di Indonesia. Konsep desentralisasi yang dilakukan bitcoin, kata Iwan juga diusung Inacoin sehingga uang elektronik ini terhitung berjangka panjang. "Kami memiliki 18 juta Inacoin dan itu jangkanya sampai 200 tahun kedepan," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (10/5).

Sistem desentralisasi Inacoin dengan membentuk stakeholder-stakeholder di daerah dinilai sebagai salah satu modal terbaik bagi para investor. Inacoin kini dimiliki puluhan ribu pemilik di Indonesia adalah bentuk tiruan terbaik Bitcoin. Nilai 1 Inacoin saat ini mencapai Rp585.000.

“Inacoin adalah peniru Bitcoin terbaik saat ini. Sudah ada ribuan orang yang berubah ekonominya karena ikut dalam Inacoin ini. Yang berputar koinnya dan stakeholdernya saling menguntungkan, ini beda dengan MLM. Produknya digital, tak bisa dipegang karena di dunia maya tapi bisa diuangkan,” katanya.

Stakeholder Inacoin Jogja Yoyok Kusharto mengatakan Inacoin sebagai mujizat untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Jumlah yang terbatas dengan permintaan yang terus naik membuat Inacoin dianggap menguntungkan. "Saya melihat Inacoin ini mujizat. Saat ini harganya terus naik. Semakin banyak permintaan maka harganya akan terus naik. Di sini hukum ekonomi berjalan seperti tanah di Jogja jumlahnya terbatas tapi penawarannya tinggi,” ungkapnya.

Dalam enam bulan, menurut Yoyok ia memiliki 8.000 coin setara Rp6 miliar dan terus berkembang. Jumlah yang terbilang menggiurkan karena dalam waktu yang sangat singkat dan keuntungan yang hampir 4500% dari modal awal. "Terakhir saya beli mobil Expander selama enam bulan ikut serta," katanya.

Meski begitu, layaknya Bitcoin investasi Inacoin tidak bisa mendapat jaminan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih di Indonesia aturannya masih belum ada. Resiko yang ditanggung pemilik Inacoin pun terhitung tinggi. Dengan modal awal minimal yang harus dibeli sekitar 1 lot (10 coin) setara dengan nilai awal saat ini Rp5,8 juta peluang kehilangan modal yang juga besar.