Advertisement
Iran Diskon Harga Minyak
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran. - Reuters/Raheb Homavandi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Iran telah memobilisasi semua sumber daya untuk menjual minyak di pasar abu-abu, menyusul pengetatan sanksi dari Amerika Serikat.
“Kami telah memobilisasi semua sumber daya negara dan menjual minyak di pasar abu-abu,” kata kantor berita IRNA mengutip pernyataan Wakil Menteri Perminyakan Amir Hossein Zamainia, Minggu (5/5/2019).
Advertisement
Namun, dia tidak memberikan informasi secara terperinci maksud dari pasar abu-abu tersebut. Akan tetapi, Iran secara luas dilaporkan telah menjual minyak dengan diskon besar dan sering melalui perusahaan swasta.
“Kami tentu saja tidak menjual 2,5 juta barel per hari seperti di bawah [kesepakatan nuklir]. Kami perlu mengambil keputusan serius tentang manajemen keuangan dan ekonomi.”
Zamaninia menegaskan hal tersebut bukan penyelundupan, melainkan upaya melawan sanksi rival abadinya tersebut.
AS tahun lalu menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia. Negeri Paman Sam itu telah mengatakan kepada pembeli minyak Iran untuk menghentikan pembelian pada 1 Mei atau menghadapi sanksi.
Sementara Iran menyatakan akan terus mengekspor minyak. Iran menentang sanksi AS yang bertujuan menghentikan program rudal balistik Teheran dan mengekang kekuatan regionalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- 93 Persen Anak Alami Karies, Orang Tua Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement








