Koperasi Merah Putih DIY Disiapkan Jadi Pemasok Utama MBG
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno./Suara.com-Agung Shandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, mengakui tidak mengidentifikasi orang-orang yang hadir pada Ijtimak Ulama III sebagai alim ulama.
Untuk diketahui, acara Ijtimak Ulama III tersebut diinisiasi oleh sejumlah ulama pendukung Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
Menurut Said Aqil, ulama adalah orang-orang yang memahami ilmu-ilmu Keislaman, bukan sekadar memakai pakaian ala ulama.
Hal itu diutarakan Said saat berpidato dalam acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim Untuk Kemaslahatan Umat yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).
Menurutnya, orang-orang yang laik disebut ulama adalah seperti peserta acara tersebut. "Ulama yang saya tahu ya yang ini, Kiai Maimun Zubair, ada Anwar Iskandar, itu ulama. Punya santri, pesantren, paham tentang tafsir, hadis, fiqih, ilmu kalam, filsafat Islam, peradaban. Bukan hanya pakaian, tapi yang betul-betul paham soal disiplin ilmu dalam Islam," kata Said.
Karenanya, Said mengakui tak mengetahui siapa yang mengikuti Ijtimak Ulama III. Ia mengatakan, yang terpenting saat ini adalah persatuan masyarakat seperti diajarkan Islam, bukan memecah belah.
Sebelumnya diberitakan, Ijtimak Ulama III, yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019), menyimpulkan terdapat kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Ijtima Ulama III juga mendesak agar Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi atau membatalkan Capres Cawapres Jokowi – Maruf Amin kepesertaan dalam Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Gelombang panas ekstrem di AS tewaskan 25 orang, pecahkan rekor suhu, dan sebabkan listrik padam di ratusan ribu rumah.