Ratusan Hektare Tambak di Gresik Terendam Banjir

Ilustrasi seorang petugas menerjang air yang menggenangi kompleks SMPN 3 Saptosari, Rabu (20/3/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
04 Mei 2019 02:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, GRESIK--Sedikitnya 102 hektare area tambak di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terendam banjir. Akibatnya,ratusan hektar tambak kebanjiran, petani rugi ratusan ratusan juta rupiah. Diperkirakan ada sekitar 102 hektar tambak yang terendam banjir.

Pada Desa Betiting saja ada 40 hektare tambak yang tenggelam. Sedangkan di Desa Cerme Kidul, 30 hektare tambak juga terendam.

Kemudian di Desa Tambak Beras, 20 hektare; Desa Lengkong 9 ha; dan, Desa Ngabetan 3 ha semua terendam banjir luapan Kali Lamong.

Slamet Hariyadi, 45, warga pemilik tambak di Desa Tambak Beras, menilai banjir itu akibat jebolnya tanggul Kali Lamong yang ada di Desa Jono.

"Tanggul yang ada di Desa Jono, sebelah timur desa kita itu jebol. Rumah dan tambak milik warga kebanjiran, seperti yang kamu lihat sekarang," ujar Slamet, Jumat (3/5/2019).

Slamet melanjutkan, dirinya memiliki sekitar dua hektare tambak. Setiap panen ikan atau udang, dia biasa meraup Rp 75 juta sampai Rp80 juta.

Jadi, menurut perhitungannya, secara keseluruhan dari tambak semua warga yang terkena banjir bisa menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik Muksim mengatakan, sementara ini tercatat 102 haktare tambak warga terendam banjir.

"Kerugiannya bisa mencapai puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah. Tapi lebih detail saya kurang tahu. Kami akan cek lagi," terangnya.

Sumber : Suara.com