Yusril Ungkap Prabowo Sudah Tahu Jadi Target Penyadapan Ilegal Listyo Sigit Cs
Yusril menyebut Prabowo mengetahui dugaan penyadapan ilegal terhadap dirinya setelah menerima laporan Kapolri.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers bersama kepada wartawan usai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018)./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura, Jumat (6/2/2019).
Rencana pertemuan kedua tokoh itu diungkap politikus Partai Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__ pada Kamis (2/5/2019). Prabowo disebut Andi sudah memberitahu akan menjenguk Ani sejak dua hari yang lalu.
“Dua hari yang lalu Pak Prabowo menyampaikan bahwa besok beliau akan menjenguk Ibu Ani di Singapura. Tentu bersilaturahmi juga dengan Pak SBY,” tulis Andi.
Ani harus menjalani pengobatan di National University Hospital, Singapura karena mengidap kanker darah. Sebelumnya Prabowo juga sempat menjenguk Ani yang tengah menjalani pengobatan pada Februari silam. Namun saat itu Prabowo tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan Ani lantaran kondisi kesehatannya yang mengharuskan istri SBY itu dirawat di ruang yang steril.
Hari ini, putra dari SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi Istana Merdeka untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).
AHY mengatakan selama pertemuannya bersama Jokowi, keduanya berbicara soal banyak hal, termasuk saling melemparkan pandangan pasca Pemilu 2019.
“Kita berharap pasca 17 April 2019 hari pencoblosan yang sudah kita lalui bersama. Mudah-mudahan kita semuanya bisa tenang, sabar melihat situasi perkembangan sekaligus juga mari sama sama kita menjadi masyarakat yang dewasa dalam demokrasi yang sehat,” ujar AHY seusai berbincang-bincang dengan Jokowi di Istana Merdeka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Yusril menyebut Prabowo mengetahui dugaan penyadapan ilegal terhadap dirinya setelah menerima laporan Kapolri.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.
DWS sepakat dugaan penyadapan Presiden Prabowo berpotensi mengarah ke makar jika terbukti memenuhi unsur pidana.