Politisi PartaI Demokrat Sebut Tim IT KPU Sekelas Warnet

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat
02 Mei 2019 10:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim Teknologi dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekelas IT warung internet alias warnet. hal tersebut disampaikan oleh Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana lewat akun Twitternya @panca66 pada Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 06.21 WIB.

Awalnya panca mengunggah foto Ketua KPU RI, Arief Budiman. Dalam foto tersebut Arief tampak tengah menduduki kotak suara yang terbuat dari kardus.

Dalam cuitannya, Panca menulis Pemilu 2019 sangat tragis. Sebab, ia menilai disamping banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan, terdapat pula ditemukan kesalahan dalam proses input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI.

Padahal katanya, anggaran Pemilu 2019 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan mencapai Rp25,59 triliun. Panca lantas menilai di negara lain dengan yang sebesar itu sudah bisa membangun Burj Khalifa, sebuah bangunan pencakar langit tertinggi di dunia yang ada di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Tragis banget. Korban banyak meninggal. Rp 25 T jadi kardus dan IT Centre sekelas warnet saja. Di (negeri) orang sudah jadi Burj Khalifah dengan duit segitu," cuit Panca.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI, Ilham Saputra sudah meminta Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melaporkan bilamana menemukan adanya ribuan kesalahan dalam proses input data pada Situng. Ilham juga meminta BPN Prabowo - Sandiaga Uno turut menyertakan data dalam laporannya nanti.

Hal itu dikatakan Ilham menanggapi pernyataan Tim Teknologi dan Informasi (IT) BPN Prabowo - Sandiaga Uno yang mengklaim telah menemukan 9.440 kesalahan input data pada Situng KPU RI. Ilham meminta BPN melaporkan langsung ke KPU RI guna dilakukan pencocokan.

"Mana datanya, ayo laporkan aja ke kita, kita cocokan," kata Ilham di Gedung DKPP, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Selain itu, Ilham juga mengungkapkan berdasarkan data KPU RI sejauh ini baru ditemukan sekitar 140 kesalahan dalam proses input data pada Situng. Adapun, kesalahan tersebut pun kekinian telah ditindaklanjuti.

"Baru 140-an. Nanti saya kasih [datanya]. Enggak [sampai ribuan]," katanya.

Sumber : Suara.com