Suporter Mesir Soroti Wasit Seusai Argentina Menang Dramatis 2-3
Suporter Mesir memprotes keputusan wasit dan VAR usai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Ilustrasi petugas memindahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, beberapa waktu lalu./Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan 30 April 2019, karena investor terus mengawasi gejolak politik yang sedang berlangsung di Venezuela.
Ketegangan yang meningkat di negara Amerika Selatan menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut atas ekspor minyak mentah negara itu dan memperketat pasokan global, menyusul sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap sektor minyak Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan melalui Twitter bahwa komandan militer dari semua wilayah dan area pertahanan negara itu telah "menyatakan kesetiaan mereka kepada rakyat, konstitusi dan negara."
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga mengatakan sebelumnya di Twitter bahwa "semua unit militer yang dikerahkan di delapan wilayah pertahanan yang tidak terpisahkan melaporkan normalitas di barak dan pangkalan militer mereka, di bawah komando komandan alami mereka."
Harga minyak naik setelah pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan dukungan militer untuk mengakhiri pemerintahan Maduro, tetapi memangkas kenaikan setelah pemerintah mengatakan operasi perusahaan minyak milik negara PDVSA tidak terganggu dan para pemimpin militer tetap setia.
Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD0,41 atau 0,7% menjadi menetap pada USD63,91 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai tertinggi sesi di USD64,75.
Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD0,76 atau 1,1% menjadi ditutup pada USD72,80 per barel pada London ICE Futures Exchange. Brent mencapai tertinggi sesi di USD73,27 per barel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Suporter Mesir memprotes keputusan wasit dan VAR usai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Erick Thohir siap menjembatani Pemda DIY dan KPK untuk mencari solusi pembenahan Stadion Mandala Krida. Kelanjutan pembangunan fasilitas stadion.
Mesir mengajukan protes resmi kepada FIFA dan meminta investigasi terhadap wasit usai kalah 2-3 dari Argentina di Piala Dunia 2026.
Banjir di Guangxi, Tiongkok, merusak peternakan ular dan menyebabkan sekitar 900 ular berbisa, termasuk kobra, lepas ke lingkungan warga.
Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris bersaing dengan empat tim lainnya untuk memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh jalan inspeksi di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong terhubung pada 2030 untuk meningkatkan keselamatan warga.