Minyak Meroket di Tengah Ketegangan Politik Venzuela

Ilustrasi petugas memindahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, beberapa waktu lalu./Bisnis Indonesia - Nurul Hidayat
01 Mei 2019 12:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan 30 April 2019, karena investor terus mengawasi gejolak politik yang sedang berlangsung di Venezuela.

Ketegangan yang meningkat di negara Amerika Selatan menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut atas ekspor minyak mentah negara itu dan memperketat pasokan global, menyusul sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap sektor minyak Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan melalui Twitter bahwa komandan militer dari semua wilayah dan area pertahanan negara itu telah "menyatakan kesetiaan mereka kepada rakyat, konstitusi dan negara."

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga mengatakan sebelumnya di Twitter bahwa "semua unit militer yang dikerahkan di delapan wilayah pertahanan yang tidak terpisahkan melaporkan normalitas di barak dan pangkalan militer mereka, di bawah komando komandan alami mereka."

Harga minyak naik setelah pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan dukungan militer untuk mengakhiri pemerintahan Maduro, tetapi memangkas kenaikan setelah pemerintah mengatakan operasi perusahaan minyak milik negara PDVSA tidak terganggu dan para pemimpin militer tetap setia.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD0,41 atau 0,7% menjadi menetap pada USD63,91 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai tertinggi sesi di USD64,75.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD0,76 atau 1,1% menjadi ditutup pada USD72,80 per barel pada London ICE Futures Exchange. Brent mencapai tertinggi sesi di USD73,27 per barel.

Sumber : Okezone.com