Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi terus dilakukan PT Kilang Pertamina Internasional melalui penjajakan teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) bersama mitra global.
Teknologi WSA memungkinkan gas asam hasil proses kilang diolah kembali menjadi asam sulfat yang dibutuhkan berbagai industri, mulai dari pupuk hingga petrokimia. Selain itu, panas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai uap, sehingga mengurangi konsumsi energi primer.
Dalam skema kerja sama, proyek WSA dirancang dengan model Build-Own-Operate-Transfer (BOOT). Topsoe berperan sebagai penyedia teknologi, SPCI HELM sebagai calon offtaker produk, dan Sumisaujana memimpin evaluasi teknis serta komersial
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi teknis dan komersial pengembangan teknologi WSA di kilang-kilang KPI. Menurutnya, industri energi saat ini menghadapi tekanan global untuk melakukan dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi energi, sehingga inovasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak.
“Teknologi WSA mampu mengonversi gas buang kilang yang mengandung acid gas menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi. Ini menjadi solusi atas tantangan lingkungan sekaligus peluang pengembangan bisnis hilir,” ujar Taufik dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).
Asam sulfat hasil proses WSA memiliki pasar luas di dalam negeri, mulai dari industri pupuk, kimia dasar, pertambangan, metalurgi, hingga petrokimia. Selain itu, proses WSA juga menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai uap (steam), sehingga meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi secara signifikan.
Dalam skema kerja sama ini, proyek WSA akan dijajaki dengan model Build-Own-Operate-Transfer (BOOT). Topsoe akan bertindak sebagai penyedia teknologi, SPCI HELM sebagai calon pembeli (offtaker) produk asam sulfat, sementara Sumisaujana memimpin evaluasi teknis dan komersial proyek. KPI sendiri menyediakan data teknis dan operasional, memfasilitasi kunjungan lokasi, serta mengevaluasi proposal pengembangan proyek.
CEO Sumisaujana, Encik Norazlam Bin Norbi menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas peran perusahaan menjadi mitra solusi kilang yang terintegrasi di kawasan regional. Menurutnya, konversi gas asam kilang menjadi produk bernilai tambah mencerminkan pendekatan limbah menjadi nilai yang relevan dengan tuntutan industri saat ini.
Kolaborasi ini mempertegas komitmen KPI dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang selaras dengan tuntutan transisi energi dan ekonomi hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.