Advertisement
Kesaksian Ahli Forensik Ungkap Habib Bahar Aniaya Anak Hingga Pendarahan di Mata
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). - Antara Foto/M Agung Rajasa
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG - Ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polri, dr Abe Umaro mengatakan ada pendarahan di bola mata Cahya Abdul Jabar akibat tindak kekerasan yang dilakukan Bahar bin Smith.
"Ada pendarahan di mata kiri, seperti bercak di bola mata bagian putihnya, ada bercak darah," ujar dr Abe saat memberikan kesaksian dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Bandung, di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).
Advertisement
Dia menyatakan pendarahan tersebut terlihat saat pertama kali Cahya dibawa penyidik ke RS Polri pada 5 Desember 2018 lalu. Ia lantas melakukan visum terhadap Cahya dan hasilnya menunjukkan ada bekas luka-luka pada wajah Cahya.
"Luka-luka tersebut bisa diakibatkan benturan benda tumpul," kata Abe.
BACA JUGA
Walaupun demikian, ia menyebutkan luka yang dialami tubuh Cahya masuk ke dalam kategori luka ringan.
Menurutnya, Cahya hanya butuh waktu 5 hari perawatan di rumah sakit. "Selama 5 hari dirawat penyembuhan luka. Memar bisa hilang dengan obat-obatan," kata Abe.
Saat itu, ia melakukan rujukan untuk pemeriksaan evaluasi diagnosis cedera kepala. Selain pendarahan pada mata, ada juga cedera pada bagian depan kepala.
"Cedera kepala ringan. Benturan struktur kepala menyebabkan gangguan fungsi otak sementara," kata dia lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
Investasi di Piyungan Bantul Tak Seimbang, Ini Penjelasannya
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Audit Polda DIY Ungkap Dugaan Kelalaian Pengawasan di Polresta Sleman
- Isu Iuran BPJS Guru ASN 26 Kali Setahun Dipastikan Tidak Benar
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
- Harga Sayuran di Bantul Anjlok saat Panen Raya, Pedagang Mengeluh
- Dirut Mundur, OJK Pastikan BEI Tetap Stabil
- Galon Bekas dan Biopori Tekan Sampah Warungboto Jogja hingga 50 Persen
- 13 Calon Petugas Haji Dicopot saat Diklat PPIH, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement



