Ini Alasan TKN Deklarasikan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Erick Tohir (ketiga kanan) didampingi Wakil Ketua TKN Moeldoko (keempat kanan), dan Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto (kedua kanan) memberi keterangan pers di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/4/2019). - Antara/M. Risyal Hidayat
20 April 2019 04:17 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Amin Ma'ruf sudah mendeklarasikan kemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Jumat (19/4/2019).

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir menjelaskan bahwa latar belakang deklarasi ini dibuat, sebab data dan fakta berdasarkan quick count dan pengumpulan data riil dari parpol pendukung telah jelas memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Bahkan, bukan hanya untuk Pilpres saja, komposisi partai pendukung petahana di DPR RI pun telah muncul dengan peraentase 60% berdasarkan hasil quick count Pileg 2019.

"Nah, tanda-tanda ini kan perlu kami sampaikan kepada pemilih, dan tentu kepada rakyat, bahwa memang paslon 01 dalam posisi sebagai pemenang," ujarnya.

"Dalam hal ini, tentu kami tambahkan juga tetap menunggu KPU, tapi saya rasa ada yang perlu disampaikan sesuai dengan fakta dan data," tambahnya.

Dalam deklarasi ini, turut hadir para petinggi TKN Jokowi-Ma'ruf seperti Moeldoko, Asrul Sani, Lodewijk Paulus, Hasto Kristiyanto, Ahmad Rofiq, Hanif Dhakiri, Usman Kansong, dan Ade Irfan Pulungan.

Dalam deklarasi ini, TKN Jokowi-Ma'ruf menyebut bahwa mereka menyuarakan fakta kemenangan ini sebagai tim pemenangan. Sedangkan pasangan capres Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin sebagai kandidat, tetap menghormati keputusan resmi dari KPU terkait hasil Pilpres 2019 sehingga tak ikut dalam deklarasi.

"Ya memang kami tugasnya TKN ketika fakta dan datanya sudah benar, kita harus menyampaikan apa adanya, sama ketika mayoritas dari pendukung ingin silaturahim, kendurian, tumpengan, syukuran, ya kita harus dukung," jelas Erick.

"Apalagi ini kan libur panjang, ya enggak? Ya silakan masyarakat bergembira seperti tanggal 13 April kan seru. Kita mestinya demokrasi, tapi tetap kita harus segera kembali konsolidasi," tambahnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia