Din Syamsuddin Minta Tokoh Upayakan Persatuan Setelah Pemilu

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin - JIBI/Bisnis Indonesia/Aziz R
16 April 2019 21:07 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau partai politik, tim sukses kontestan pemilu, maupun komponen organisasi masyarakat agar segera melakukan konsolidasi selepas Pemilu 2019.

Hal ini diungkapnya setelah menginisiasi pertemuan para tokoh yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Damai dan Kerukunan di Kantor Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

"Marilah kita tetap mengedepankan kebersamaan walaupun berbeda. Konsolidasinya masing-masing nanti kelompok organisasi dan lain sebagainya," ungkap mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

"Dengan ya, gerakan tengah, gerakan tidak ekstem, tidak ke kanan, ke kiri, tidak membela secara fanatik, secara membabi buta seperti pokoke [pokoknya] begitu, jadi dewasa pada pilihan tapi tetap bisa bersaudara," tambahnya.

Menurutnya, mendorong kembali persatuan setelah efek polarisasi Pilpres 2019 harus dengan keyakinan dari semua elemen masyarakat.

Sebab itulah, mantan pimpinan pusat Muhammadiyah yang akrab disapa Pak Din ini pun berharap para tokoh dalam Masyarakat Cinta Damai dan Kerukunan, sanggup mencairkan suasana lewat kelompoknya masing-masing yang saling berbeda orientasi politik.

"Ini suara dari masyarakat cinta damai dan cinta kerukunan, saya yakin jumlahnya sangat besar di tubuh bangsa ini. Tentu ada yang mendukung paslon 01 maupun 02, namun walaupun berbeda dukungan pilihan politik, harus tetap mengutamakan persatuan," tambahnya.

Sementara itu, beberapa tokoh turut hadir mendukung gerakan ini seperti Afif Hamka dan perwakilan dari Unhamka, Alex Paath, Dhaimanadi Chandra dan tokoh Permabudhi, Nyoman Udayana, Natsir Zubaidi, Mochtar W Hembing, Uung Sendana L, Biksu Girivirya dan perwakilan Sagin, Fetty Fajriati dari KPI, Endang Sulastri mantan ketua pokja KPU, Rektor UMJ Syaiful Bakhri, serta beberapa rektor universitas lain yang mendukung gerakan ini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia