KPU Ingin Kemesraan Jokowi-Prabowo Menular ke Pendukungnya

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri), Ketua KPU Arief Budiman (tengah) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019)/JIBI - Bisnis/Nurul Hidayat
31 Maret 2019 11:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap agar kemesraan yang ditunjukkan peserta debat capres pada Sabtu (30/3/2019) malam bisa menular pada para pendukung. 

“Semoga pesan moral damai yang disampaikan kandidat akan menciptakan suasana yg damai dan kondusif dalam pemilu 2019,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan melalui pesan instan, Sabtu (30/3/2019).

Wahyu mengatakan bahwa secara keseluruhan debat berlangsung secara dinamis dan kritis. “Tetapi tetap mengedukasi dan menunjukkan sikap saling menghormati antar kandidat,” jelasnya.

Pada sesi terakhir debat, Jokowi dan Prabowo menutupnya dengan pesan persahabatan. Saat menyampaikan pidato penutup, Jokowi menyatakan bahwa Prabowo adalah sahabat. Terlepas dari perbedaan pendapat yang ditunjukkan keduanya dalam debat, Jokowi meyakini rantai persahabatan mereka tak akan putus.

“Pak Prabowo saya ini senang naik sepeda, saya senang sepeda dan sering ketika naik sepeda rantainya putus. Tapi percayalah pada saya, Pak Prabowo, bahwa rantai persahabatan kita tidak akan pernah terputus. Juga tali persahabatan saya, Pak Ma'ruf Amin dengan Pak Pabowo dan Pak Sandiaga Uno,” ungkap Jokowi.

Prabowo pun membalas bahwa dia dan Jokowi merupakan sahabat kendati memiliki pandangan yang berbeda pandangan dalam hal bernegara.

“Jadi memang karena ini debat, Pak. Audiens kalau lihat kita terlalu bersahabat mereka enggak, jadi sulitnya memang ya gimana ya saya juga bersahabat sama beliau gimana, kalau kita berbeda, kita berbeda tentang kenegaraan,” ucapnya.

Prabowo menyatakan perbedaan itu merupakan bagian dari demokrasi. Dia meminta maaf pada Jokowi dan berharap maklum jika selama berdebat terkesan menyampaikan kata-kata bernada tinggi.

“Kadang-kadang maaf, Pak, suara keras suara saya ini setengah Banyumas, setengah Minahasa. Bapak kan Solo, halus, jadi kalau kalau Banyumas ini apa itu Batak-nya orang Jawa,” ungkap Prabowo yang disertai tawa dan riuh dari arah hadirin.

Debat keempat ini pun ditutup dengan suasan penuh persahabatan. Jokowi dan Prabowo saling berpelukan. Di belakang mereka, foto-foto Jokowi dan Prabowo diperlihatkan di layar besar debat. Lagu Kemesraan yang dipopulerkan Iwan Fals pun mengalun mengiringi akhir debat.

Sumber : bisnis.com