Prabowo Sebut Alat Vital Jangan Sampai Dimiliki Asing

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
31 Maret 2019 09:37 WIB Ilham Budhiman News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Dalam debat capres Sabtu (30/3/2019) malam, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga melontarkan pernyataan untuk kubu Jokowi-Ma'ruf bahwa proyek strategis nasional tidak harus melibatkan pihak asing. 

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengatakan proyek strategis merupakan kepentingan nasional di atas segala-galanya. Sehingga pelabuhan atau bandara harus dimiliki sepenuhnya oleh negara.

"Tapi Pak Jokowi anggap perdagangan bisnis biasa, tapi menurut Prabowo, pelabuhan, lapangan udara, adalah alat vital jangan sampai dimiliki asing," ujarnya, usai ditemui selepas debat.

Priyo percaya jika Prabowo dapat diberi amanah oleh rakyat untuk menjadi seorang presiden, dipastikan proyek strategis itu akan dinasionalisasi tanpa melibatkan pihak asing. 

Caranya, dengan menarik uang yang tersimpan di luar negeri guna mendanai pembangunan proyek tersebut. 

"Anggaran kan enggak ada, kan banyak uang dalam negeri yang disimpan ke luar negeri, nanti Pak Prabowo concern untuk mengembalikan uang itu. Tapi prioritas utama," katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal pengelolaan oleh pihak asing baik bandara dan pelabuhan. Namun, dia tak menjelaskan secara detail bandara dan pelabuhan mana yang dimaksud.

Prabowo mengaku ada kekhawatiran apabila pengelolaan diberikan kepada pihak asing tersebut.

 

Sumber : bisnis.com