Debat Capres : Jokowi Akan Terapkan Pemerintahan Dilan

Presiden Joko Widodo di Banten. - Okezone
30 Maret 2019 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Capres nomor urut 1 jokowi berjanji menerapkan pemerintahan Dilan, kalau terpilih sebagai pemenang Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Jokowi saat mengungkapkan visi serta misi dalam debat keempat Pilpres 2019, di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam.

"Dalam bidang pemerintahan, ke depan, diperlukan pemerintahan Dilan. Artinya pemerintahan digital melayani," kata Jokowi.

Untuk menciptakan pemerintahan Dilan, kata Jokowi, diperlukan reformasi pelayanan publik melalui elektronik.

Selain itu, diperlukan penajaman serta penyederhanaan lembaga pemerintahan. Selanjutnya, untuk mewujudkan pemerintahan Dilan, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta reformasi tata kelola.

Sementara dalam bidang pertahanan, Jokowi menegaskan peningkatan kualitas prajurit TNI adalah keharusan. "Penguasaan teknologi persenjataan dan siber juga penting. Karena ke depan, peperangan adalah perang teknologi," katanya.

Karenanya, ia memastikan bakal membangun alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri "Kalau belum mampu, kita akan join produksi dengan negara lain," ucapnya.

Terkait hubungan luar negeri, menurut Jokowi, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, maraknya proteksionisme, Indonesia harus tetap berdiri tegak, bermartabat dalam menjalankan prinsip bebas aktif.

"Sementara dalam bidang ideologi, saya menegaskan Pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa, pemimpin bangsa dari berbagai daerah, organisasi, ras, suku, agama saat itu. Karenanya, akan selalu kami jaga serta rawat," ujarnya

Untuk diketahui, debat kali ini, hanya menampilkan dua calon presiden, yakni Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto. Keduanya akan dipandu oleh dua moderator, yakni Zulfikar Naghi dan Retno Pinasti. Sementara tema yang diperdebatkan ialah ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan internasional.

Komisi Pemilihan Umum sendiri sebelumnya sudah menunjuk sembilan orang panelis yang terdiri dari akademisi universitas serta perwakilan masyarakat.

Sumber : Suara.com