Rumah Zakat Bina Desa di DIY

Ilustrasi umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6). - Antara/M Agung Rajasa
26 Februari 2019 22:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) News Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Rumah Zakat cabang DIY telah memberdayakan dan membina 74 desa di DIY. 74 desa tersebut terbagi 20 desa di Kabupaten Bantul, 17 desa di Gunung Kidul, 13 desa di Sleman, 14 desa di Kulonprogo serta 10 desa di Yogyakarta.

Wanirtis selaku Branch Manager Rumah Zakat Yogyakarta mengatakan tahun 2019 ini pihaknya akan memfokuskan pada progam Desa Berdaya. Secara nasional telah menambah 1.800 desa di Indonesia untuk di perdayakan dan dimajukan ekonominya.

“Tahun ini untuk di DIY sudah ada 15 desa yang rencananya akan kami jadikan Desa Berdaya yang persebarannya merata di masing-masing Kabupaten,” katanya kepada awak media dalam acara jumpa pers Selasa (26/2/2019).

Salah satu desa yang telah berhasil diperdayakan oleh Rumah Zakat adalah Kelurahan Brontokusuman, kota Yogyakarta, tepatnya di Kampung Karangjaten. Ibu rumah tangga di kampung tersebut dibina agar bisa membatik menggunakan daun yang sudah akrab dengan nama Ecoprint Jogja atau disingkat Eco.J.

Rosdayanti selaku salah satu warga yang dibina oleh Rumah Zakat terkait masalah Eco.J mengaku sangat bersyukur atas adanya pembinanaan tersebut. “Saya sangat bersyukur ya bisa dibina sama Rumah Zakat. Awalnya saya bingung batik kok pakai daun? Tapi setelah saya pelarajari dengan serius ternyata hasilnya memang bagus,” ujar Rosdayanti.

Rosdayanti juga mengaku bahwa pembinaan tersebut mampu membantu dirinya mendapatkan penghasilan tambahan dan akhirnya jadilah desa miliknya ramai dikunjungi para wisatawan untuk mengikuti workshop pembuatan Eco.J.

Selain memberdayakan desa, kedepannya Rumah Zakat juga akan mengedukasi para Muzakki atau orang yang memiliki kewajiban untuk membayar zakat baik personal maupun lembaga tentang bagaimana caranya menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIZ) dengan benar.