Bawaslu DKI Jakarta Sita Tabloid Pembawa Pesan, Diduga Berisi Kampanye Caleg

Ilustrasi Koordinator Divisi Hukum Sengketa dan Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo, Panggih Widodo (kanan) menunjukkan tabloid Indonesia Barokah di Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan, Jumat (25/1).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
30 Januari 2019 17:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyita Tabloid Pembawa Pesan di sekitar Jakarta Selatan. Tabloid Pembawa Pesan tersebut ditemukan pada Minggu (27/1) sore di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri menjelaskan penyitaan Tabloid Pembawa Pesan disebabkan karema diduga merupakan bahan kampanye milik calon anggota legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tabloid Pembawa Pesan disebarkan lewat kurir ke rumah-rumah di wilayah Jagakarsa.

"Tabloid Pembawa Pesan itu dari salah satu caleg katanya informasinya PDIP. Kemudian penyebaranya melalui kurir dengan membawa ke rumah-rumah. Ada caleg lainnya memprotes debgan penyebaran tabloid pembawa pesan itu," tutur Jufri, Rabu (30/1/2019).

Terkait hal itu, Jufri mengungkapkan Tabloid Pembawa Pesan itu lebih banyak memuat sosok calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi. Misalnya, pada bagian sampul edisi pertama tabloid itu menampilkan tulisan bertajuk Bantu Presiden Lawan Hoaks, Fitnah, dan Kebencian.

Kemudian, dalam Tabloid Pembawa Pesan ada pula tulisan berjudul Benarkah Rezim Jokowi Anti-Islam? Justru Jokowi Gandeng Ulama, dan artikel lain berjudul Jokowi Bela Kepentingan Asing dan Aseng? Justru Indonesia yang Menginvasi Cina.

Berkenaan dengan itu, Jufri mengungkapkan kekinian pihaknya tengah mengkaji isi konten yang di hati dalam tabloid tersebut. Hal itu guna memastikan ada atau tidaknya dugaan pelangggaran kampanye di Tabloid Pembawa Pesan.

"Sekarang lagi dikaji isi tabloid apakah memang ada mengandung kampanye atau tidak," katanya.

Sumber : Suara.com