Politikus PDIP Ini Disebut Sebagai Pintu Masuk Suap Meikarta

Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/10/2018). - ANTARA/Risky Andrianto
21 Januari 2019 16:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG – Anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat Waras Wasisto disebut sebagai dalang dalam mengalirkan uang suap proyek Meikarta sampai ke Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. Politisi PDIP itu disebut menjadi pintu masuk mengalirnya duit panas itu ke kantong Sekda Jabar. Hal itu terungkap dalam kesaksian Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nuraeli.

‎Dalam kesaksiannya, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nuraeli menyampaikan terkait pemberian uang terhadap Iwa Karniwa untuk pengurusan ‎Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)‎.

‎"‎Pak Henry [Sekdis Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Pemda Bekasi] menyampaikan ke saya ada link di provinsi Pak Sekda Iwa melalui Pak Waras DPRD Provinsi Jabar dan bapak Sulaeman Kabupaten Bekasi DPRD Kabupaten," kata Neneng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (21/1/2019).

Neneng mengatakan, negoisasi untuk bantuan pengurus RDTR oleh Sekda Iwa dilakukan di rest area tol, pertemuannya dilakukan pada akhir 2017. "‎Ada pertemuan terlebih dahulu, waktu itu di rest area, saya lupa KM-nya berapa. Nah, waktu itu saya diajak. ‎Adapun dalam pertemuan tersebut, dihadiri Henry Lincoln, Waras, dan Iwa [Sekda Jabar]," katanya.

Namun, Neneng mengaku tidak terlibat dalam pertemuan yang disebutnya untuk negoisasi pengurusan RDTR kepada Sekda Jabar Iwa Karniwa.

"Dari pertemuan tersebut, Henry sampaikan ke saya untu‎k proses RDTR meminta Rp1 miliar dalam rangka bakal calon gubernur," ungkapnya.

Henry, lanjut Neneng, juga menyampaikan, untuk pengurusan proses RDTR tinggal diminta kepada pihak Meikarta. Uang yang minta Sekda Iwa, kata Neneng, diberikan melalui Sulaeman dan Waras. Uangnya sendiri didapat dari pemberian Meikarta senilai Rp1,4 miliar.

Pemberian uang Rp1 miliar itu dilakukan pada akhir 2017. "Rp1 miliarnya diserahkan ke DPRD kabupaten, sisa Rp400 juta. Kemudian, Rp500 juta saya mintakan ke Meikarta jadi total Rp900 juta. Teknis pemberiannya dua kali, via Pak Hendry dan Sulaeman‎," ujar Neneng.‎‎

Sumber : Okezone.com