Advertisement
Volume Gunung Anak Krakatau Turun Akibat Laju Letusan Tinggi
Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12). - Bisnis/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan volume Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menurun akibat laju letusan yang tinggi dalam beberapa hari.
"Volume yang hilang diperkirakan 150 juta hingga 180 juta meter kubik. Volume yang tersisa saat ini berkisar 40 juta hingga 70 juta meter kubik," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).
Advertisement
Sutopo mengatakan letusan terus menerus selama beberapa hari telah mengubah bentuk Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter menjadi 110 meter.
Menurut Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus diamati dan dipantau secara intensif oleh PVMBG. Status masih tetap "Siaga" atau "Level III".
"Tidak benar informasi yang mengatakan status Gunung Anak Krakatau naik menjadi 'Awas' atau 'Level IV'. Bahkan tidak ada rencana menaikkan status dengan kondisi saat ini,"katanya.
Masyarakat diimbau tetap tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam lingkar lima kilometer dari kawah karena bahaya lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12/2018) menyebabkan terjadi tsunami di Selat Sunda.
Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung.
Hingga Sabtu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 431 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi
Advertisement
Berita Populer
- Pengguna iPhone 17 Pro Keluhkan Suara Desis Saat Isi Daya
- Ledakan Bar Resor Mewah Swiss, 10 Orang Dilaporkan Tewas
- Jadwal MotoGP 2026 Resmi, GP Mandalika Digelar Oktober
- Resmi, Neymar Jr. Perpanjang Kontrak di Santos Hingga 2026
- Empat Ruas Jalan di Gunungkidul Rampung Diperbaiki Tahun 2025
- Cuaca Ekstrem, Bangunan Joglo Ambruk Timpa Warga Wonosari
- China Terapkan Tarif Impor Daging Sapi 55 Persen Mulai 2026
Advertisement
Advertisement




