Hari Ketujuh Pencarian KM Nurul Salsa, Satu Jenazah Ditemukan
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan tim ahli ke Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk meneliti dampak gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang kawasan tersebut pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan tim akan fokus melakukan pemetaan dampak serta memantau aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi.
“Kami melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan, pemetaan makroseismik digunakan untuk mengidentifikasi sebaran kerusakan akibat gempa, sementara mikroseismik berfungsi memonitor aktivitas gempa susulan. BMKG juga akan memasang alat portable seismograph di sejumlah titik untuk memperkuat pemantauan aktivitas seismik di wilayah terdampak.
Menurutnya, data gempa mikro sangat penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas tektonik, termasuk memperkirakan kapan rangkaian gempa susulan akan mereda.
Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik-Geopotensial BMKG, Fakhri, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kondisi bangunan pascagempa.
Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami retakan sebelum dipastikan aman oleh petugas, mengingat hingga pukul 09.50 WIB tercatat sedikitnya 48 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.
“Perlu dicek kondisi struktur bangunan, terutama jika terdapat tanda-tanda tidak stabil,” ujarnya.
Di lapangan, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan patroli mitigasi. Wakapolda Sulawesi Utara, Awi Setiyono, memastikan situasi secara umum masih terkendali dan potensi tsunami telah terlewati.
“Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah ring of fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga untuk segera keluar dari bangunan saat merasakan guncangan kuat dan menghindari bangunan yang rusak. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Polisi bersama instansi terkait juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terdampak, termasuk di Gedung KONI Sario, Manado, yang dilaporkan mengalami kerusakan serius hingga menyebabkan satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini memiliki magnitudo awal 7,6 dengan episenter di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer. Hingga kini, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.