Advertisement
KPK Periksa Pengusaha Rokok Terkait Kasus Bea Cukai
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (23/2/2026). ANTARA/Rio Feisal - am.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan. Terbaru, KPK memanggil tiga pengusaha sebagai saksi.
Mereka adalah Muhammad Suryo, Arief Harwanto, dan Johan Sugiharto. Ketiganya diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Advertisement
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan pemanggilan tersebut dilakukan untuk mendalami keterlibatan pihak swasta dalam perkara ini.
“Pemeriksaan dilakukan terhadap para saksi dari pihak swasta,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
BACA JUGA
Kasus di Bea Cukai ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 4 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, sejumlah pejabat dan pihak swasta diamankan.
Salah satu yang ditangkap adalah Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Sehari kemudian, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan. Mereka terdiri dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta dari perusahaan logistik.
Nama-nama tersebut antara lain Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, serta pihak swasta seperti John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.
Kembangkan Kasus dan Sita Uang Miliaran
Pengembangan kasus terus dilakukan. Pada 26 Februari 2026, KPK menetapkan tersangka baru, yakni Budiman Bayu Prasojo.
Sehari setelahnya, KPK mengungkap penyitaan uang sebesar Rp5,19 miliar dari sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan. Uang tersebut ditemukan dalam lima koper dan diduga berkaitan dengan praktik kepabeanan dan cukai.
KPK masih terus menelusuri aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam perkara ini, termasuk kemungkinan peran pengusaha dalam praktik suap dan gratifikasi di sektor impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
Advertisement
Kisah di Balik 3.000 Pamong Gunungkidul di Kirab HUT Sultan HB X
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
Advertisement
Advertisement







