Ledakan Guncang Ruko San Antonio Surabaya, Penyebab Masih Diselidiki
Ledakan mengguncang ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya. Lima orang luka, sejumlah bangunan dan kendaraan rusak, penyebab diselidiki.
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengan Kejaksaan Negeri Karo di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (2/4/2026). - ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Harianjogja.com, JAKARTA—Polemik dugaan intimidasi dalam penanganan perkara di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memanas setelah jaksa memberikan klarifikasi langsung di hadapan Komisi III DPR RI. Tuduhan adanya tekanan terhadap terdakwa Amsal Christy Sitepu dibantah tegas oleh pihak kejaksaan.
Dalam rapat di kompleks parlemen, Kamis (2/4/2026), jaksa dari Kejaksaan Negeri Karo, Wira Arizona, menyatakan tidak pernah melakukan intimidasi, termasuk terkait pemberian sekotak bronis kepada Amsal saat berada di rumah tahanan.
Ia menjelaskan, pemberian makanan tersebut murni sebagai bentuk kepedulian kepada tahanan yang membutuhkan bantuan, bukan upaya memengaruhi jalannya proses hukum.
“Tidak ada saya sampaikan seperti itu, Pak,” ujar Wira saat menjawab pertanyaan Ketua Komisi III DPR RI.
Wira juga menegaskan bahwa dirinya tidak datang sendirian saat mengunjungi Amsal di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Sumatera Utara. Ia bersama sejumlah staf, dan penyerahan bronis disebut dilakukan oleh staf tanpa disertai percakapan apa pun.
Menurutnya, kunjungan itu dilakukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Amsal. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pengacara Amsal, meski saat itu pihak kuasa hukum tidak hadir dalam pemeriksaan.
Lebih lanjut, ia menyebut pemberian makanan kepada tahanan merupakan praktik yang sudah berjalan di lingkungan kejaksaan di Kabupaten Karo sejak 2024, terutama ketika ada permintaan dari tahanan yang mengalami kekurangan konsumsi.
“Karena permintaan dari tahanan, minta dibantu karena kekurangan makanan,” katanya.
Di sisi lain, Amsal sebelumnya mengungkapkan pengalaman berbeda. Dalam rapat daring bersama Komisi III DPR RI pada Senin (30/3/2026), ia mengaku sempat menerima sekotak bronis dari seorang jaksa yang disertai pesan agar dirinya mengikuti proses hukum tanpa memperkeruh situasi di media sosial.
Amsal, yang merupakan videografer proyek desa di Kabupaten Karo dan menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penggelembungan anggaran, menyebut peristiwa itu terjadi saat dirinya ditahan. “Tapi saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah,” ujar Amsal.
Perbedaan keterangan ini kini menjadi sorotan dalam pembahasan di DPR, sekaligus memunculkan perhatian publik terhadap praktik penanganan perkara serta perlindungan terhadap terdakwa selama proses hukum berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan mengguncang ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya. Lima orang luka, sejumlah bangunan dan kendaraan rusak, penyebab diselidiki.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.