Advertisement
Konflik Teluk Memanas, Turis Kaya Berebut Jet Pribadi
Foto ilustrasi radar pesawat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Serangan drone dan rudal di kawasan Teluk memicu kepanikan wisatawan mancanegara. Penutupan bandara membuat turis, terutama kalangan elite, berebut jet pribadi dengan harga yang melonjak drastis.
“Banyak operator pesawat tidak mau terbang karena persyaratan asuransi dan keputusan pemilik. Jadi permintaan banyak, pasokan sangat sedikit,” ujar perwakilan AlbaJet dikutip dari The Telegraph.
Advertisement
Lonjakan permintaan ini membuat harga jet pribadi melambung hingga tiga kali lipat dari tarif normal. Di Muscat, tarif sewa jet kecil menuju Istanbul dilaporkan mencapai 85.000 euro. Bahkan, kursi charter menuju Moscow menyentuh 20.000 euro per orang.
Seiring ditutupnya jalur udara, perjalanan darat menjadi opsi utama bagi wisatawan yang ingin keluar dari zona konflik. Rute menuju Muscat yang ditempuh sekitar 4,5 jam menjadi pilihan favorit karena bandara di kota tersebut masih beroperasi.
BACA JUGA
Selain itu, jalur menuju Riyadh juga ramai digunakan, meski membutuhkan waktu hingga 10 jam perjalanan. Perusahaan keamanan swasta bahkan mengerahkan armada SUV untuk mengevakuasi klien premium.
Di ibu kota Arab Saudi tersebut, harga penerbangan jet pribadi menuju Eropa melonjak hingga 350.000 dolar AS—angka yang mencerminkan tingginya urgensi situasi.
Berbeda dengan kalangan elite, mayoritas wisatawan terpaksa bertahan di hotel karena tidak memiliki akses transportasi evakuasi. Dewan pariwisata di Dubai menginstruksikan pihak hotel untuk tetap menampung tamu yang terdampak pembatalan penerbangan.
Namun, di lapangan, sejumlah laporan menunjukkan adanya kendala komunikasi antara pihak hotel dan wisatawan asing, memperumit situasi di tengah krisis.
Krisis juga menjalar ke sektor pelayaran wisata. Ribuan penumpang kapal pesiar dilaporkan terjebak di perairan Teluk setelah sejumlah pelabuhan ditutup sementara, termasuk di Abu Dhabi.
Para penumpang diminta tetap berada di kabin demi keamanan setelah muncul laporan ledakan dan asap hitam di area strategis seperti Zayed Port.
Situasi ini turut memicu polemik politik di Eropa. Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mendapat kritik karena kembali ke Rome menggunakan pesawat pemerintah saat warganya masih terdampar di kawasan Teluk. Oposisi menuntut klarifikasi terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi eskalasi konflik yang berdampak luas terhadap warga sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
Merapi Siaga: Lava Meluncur 1,7 Km, Warga Diminta Jauhi Sungai
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Bisa Disaksikan Malam Ini
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
Advertisement
Advertisement








