MK Bacakan Putusan Syarat Pendidikan Gibran Malam Ini
MK dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran pada Selasa malam
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia bersiap menguji sistem peringatan dini gempa yang memberi jeda waktu beberapa detik sebelum guncangan kuat terasa. Dalam waktu singkat itu, masyarakat diharapkan bisa melakukan langkah penyelamatan untuk mengurangi risiko korban.
Uji coba sistem Earthquake Early Warning System (EEWS) akan dilakukan pada April 2026 di Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung. Sistem ini dikembangkan selama satu hingga dua tahun terakhir untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan teknologi ini mampu memberikan jeda waktu hingga sekitar 20 detik sebelum guncangan utama dirasakan.
“Bergantung pada jarak dari pusat gempa, sistem ini dapat memberikan waktu dari belasan detik hingga sekitar 20 detik,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan sistem bekerja dengan mendeteksi gelombang primer (P-wave) yang muncul lebih cepat dibandingkan gelombang sekunder (S-wave) yang bersifat lebih merusak. Dari sinilah peringatan dini bisa dikirim sebelum guncangan besar terjadi.
Jeda Singkat Penentu Keselamatan
Faisal menegaskan sistem ini bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi. Fungsi utamanya adalah memberikan peringatan saat gempa mulai berlangsung agar masyarakat punya waktu merespons.
Dalam jeda singkat tersebut, masyarakat dapat melakukan mitigasi seperti berlindung di tempat aman, menuju titik evakuasi, atau menghentikan aktivitas berisiko.
Pengembangan sistem ini merupakan hasil kolaborasi BMKG dengan mitra pengembang selama sekitar empat tahun, termasuk investasi besar untuk pemasangan sensor dan penguatan jaringan pemantauan.
Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia berada di kawasan rawan gempa dengan sedikitnya 13 zona subduksi atau megathrust yang berpotensi memicu gempa besar.
Melalui uji coba ini, BMKG berharap masyarakat semakin memahami pentingnya respons cepat saat gempa terjadi, sehingga dampak kerusakan dan korban jiwa dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MK dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran pada Selasa malam
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.