Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Joko Widodo dan Ma\'ruf Amin. /Okezone
Harianjogja.com, BOGOR- Menjelang Pemilhan Presiden dan Wakil Presiden 2019, muncul berbagai kabar bohong atau hoaks. Calon Wakil Presiden Ma\'ruf Amin menegaskan, pendampingnya di Pilpres 2019 , Joko Widodo atau Jokowi bukan kader Partai Komunis Indonesia ( PKI ).
Isu tersebut dipastikan hoaks setelah dibuktikan dengan pernyataan mantan politisi Gerindra La Nyalla Mattalitti .
"Katanya Jokowi PKI, PKI dari mana? beliau sudah berkali-kali membantah," kata Ma\'ruf di Pesantren Yasina, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/12/2018).
La Nyalla sebelumnya mengakui telah menyebarkan isu hoaks Jokowi sebagai kader PKI pada Pilpres 2014. Atas hal tersebut, kini La Nyalla sudah minta maaf ke Jokowi dan Ma\'ruf Amin.
"Bahkan kemarin ada orang yang ngaku namanya La Nyalla, kata dia \'saya yang bilang Jokowi PKI\', sekarang saya tobat, saya minta maaf, saya minta ampun saya telah melakukan fitnah. Dia datang ke rumah saya, terus bikin pernyataan pers sudah tobat," kata Ma\'ruf.
Dengan adanya pengakuan dari penyebar hoaks tersebut, Ma\'ruf meminta agar masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif yang belum diketahui kebenarannya.
"Lah orang yang bikin [hoaks] saja udah nyabut, ini yang cuma denger malah masih terus saja [bilang Jokowi] PKI, PKI. PKI mata lu !. Orang yang bikinnya aja sudah bilang nggak. Jadi kita memang harus hati-hati jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong," jelas Ma\'ruf.
Tidak hanya itu, Ma\'ruf juga membantah isu bahwa Jokowi anti terhadap Islam. Menurutnya, baru dalam pemerintahan Jokowi ditetapkan Hari Santri Nasional dan mengangkat kyai sebagai calon wakil presiden.
"Makanya heran ada orang yang mengatakan Jokowi itu anti islam, padahal Jokowi yang menetapkan Hari Santri Nasional, padahal Jokowi yang mengangkat kyai jadi wakil presiden," katanya.
"Bisa saja kan Jokowi milih yang lain bisa dari pengusaha, politisi, TNI-Polri. Tapi beliau milih kyai [saya], milih santri, berarti beliau cinta kepada kyai dan kepada santri," Ma\'ruf menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.