13 Orang Tewas Terkena Ledakan Bom di Somalia

Ilustrasi bom, - JIBI
23 Desember 2018 11:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MOGADISHU- Belasan orang tewas dalam serangan bom di Mogadishu, ibu kota Somalia.

Sedikitnya 13 orang tewas dan 17 luka-luka dalam serangan bom mobil yang diklaim oleh kelompok terkait al-Shabaab dekat dengan kediaman presiden di Mogadishu, ibu kota Somalia, kata polisi pada Sabtu (22/12/2018).

Satu ledakan kedua terjadi di dekatnya. Al Shabaab, dalam komentar yang disiarkan di Radio Andalus yang dikelolanya, mengaku bertanggung jawab atas kedua ledakan tersebut dan mengatakan ledakan kedua juga berasal dari bom mobil.

"Jumlah korban tewas telah naik jadi 13 orang termasuk warga sipil dan tentara. Sebanyak 17 orang lainnya luka-luka. Mereka yang tewas atau luka-luka adalah korban dalam dua ledakan tersebut," kata Mayor Mohamed Hussein, seorang perwira polisi, kepada Reuters.

Di antara mereka yang tewas ialah seorang wartawan, dua personel keamanan dan seorang pengemudi yang bekerja untuk stasiun Tv lokal Universal TV, dalam ledakan pertama, kata seorang wartawan yang bekerja untuk stasiun itu.

"Kolega saya Awil Dahir Salad meninggal dalam ledakan tersebut bersama dengan pengemudi itu dan dua penjaga keamanan. Mereka tewas dalam ledakan pertama ketika mereka melintasi daerah itu. Semoga Allah menerima jiwa mereka," kata Abdiasis Ibrahim yang bekerja untuk Universal TV, kepada Reuters.

Polisi mengatakan sebelumnya ledakan bom mobil pertama di tempat pemeriksaan menewaskan lima orang, sebagian besar tentara.

Seorang saksi mata Reuters di tempat ledakan kedua mengatakan dia melihat sedikitnya dua jasad tergeletak.

Ahmaed Abdi, seorang perwira polisi lainnya, mengatakan bom mobil pertama meledak di satu tempat pemeriksaan sekitar 400 meter dari kediaman presiden itu.

Al Shabaab sering melancarkan serangan-serangan di Mogadishu. Para anggotanya ingin membubarkan pemerintah dan memberlakukan pemerintahan berdasarkan penafsisran ketat mengenai hukum Islam.

Sumber : Antara