Advertisement
Bom Bunuh Diri Guncang Markas Pasukan Pakistan, 3 Tewas
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tiga pelaku bom bunuh diri menyerang markas Frontier Constabulary (FC) di Peshawar pada Senin (24/11), menewaskan tiga personel dan melukai lima orang lainnya.
Menurut otoritas setempat, para pelaku membuka tembakan saat memaksa masuk ke markas Frontier Constabulary (FC) di Kota Peshawar sebelum meledakkan diri di dalam kompleks tersebut.
Advertisement
Melansir Reuters, Wakil Komandan FC, Javed Iqbal, membenarkan bahwa tiga anggota paramiliter FC tewas dalam serangan tersebut. Seorang pejabat senior yang tidak berwenang memberikan pernyataan kepada media mengungkapkan bahwa pelaku pertama meledakkan diri di gerbang utama, sementara dua lainnya berhasil masuk ke dalam area markas dan melakukan ledakan lanjutan.
Media Punch melaporkan bahwa para penyerang mulai menembaki area markas FC sekitar pukul 08.30 waktu setempat (10.30 WIB). Lokasi insiden berhadapan langsung dengan Jalan Saddar, salah satu jalan tersibuk di Kota Peshawar.
BACA JUGA
Militer dan kepolisian Pakistan langsung menutup seluruh area dan melakukan penyisiran menyeluruh. Tindakan ini diambil karena diduga masih ada teroris lain yang mungkin bersembunyi di dalam kompleks markas yang terletak di kawasan padat penduduk ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa ini.
Seorang warga setempat, Safdar Khan, mengatakan kepada Reuters bahwa seluruh jalan menuju lokasi telah ditutup total oleh aparat keamanan. Korban luka, termasuk dua personel paramiliter, segera dilarikan ke Rumah Sakit Lady Reading.
Juru bicara rumah sakit, Mohammad Asim, menyatakan bahwa kondisi para korban luka saat ini sedang dalam penanganan intensif.
Latar Belakang dan Respons Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, catatan menunjukkan dalam beberapa pekan terakhir, kelompok militan Islam di wilayah tersebut meningkatkan intensitas serangan. Eskalasi ini menyusul bentrokan mematikan di perbatasan Pakistan-Afghanistan bulan lalu.
Pemerintah Pakistan telah menuding Taliban Afghanistan memberikan perlindungan kepada para militan yang melakukan serangan lintas batas—sebuah tuduhan yang secara tegas dibantah oleh Kabul.
Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan langsung dengan Afghanistan memang telah lama menjadi titik nyala kekerasan militan. Situasi keamanan di wilayah ini semakin memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada tahun 2021.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dengan tegas mengutuk serangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia memuji "tindakan tepat waktu" pasukan keamanan Pakistan yang berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam jumlah lebih besar.
"Pelaku insiden ini harus diidentifikasi sesegera mungkin dan diadili. Kami akan menggagalkan rencana jahat teroris yang menyerang integritas Pakistan," tegas Sharif seperti dikutip dari media Punch.
Serangan ini kembali mengingatkan akan kerentanan keamanan di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan yang terus menjadi hotspot kegiatan militan dalam beberapa tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Sleman Perkirakan Dana Desa 2026 Hanya Rp350 Juta per Kalurahan
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari
- Penjelasan PSSI Terkait Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY, Kafi vs UAD
- Jaksa Ajukan Penyitaan Rumah Nadiem di Dharmawangsa
- Prabowo Perintahkan Dana Pensiun untuk Atlet Berprestasi
- Hasto Wardoyo Sebut Pilkada Lewat DPRD Hilangkan Emotional Bonding
- Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
Advertisement
Advertisement



