Kaset Rekaman Pahlawan dari Jogja AR. Baswedan Bakal Didigitalisasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
10 Desember 2018 22:04 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pahlawan Nasional dari Jogja Abdurrahman Baswedan atau yang akrab AR. Baswedan banyak meninggalkan ratusan kaset di rumahnya di Gang Grombol, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman. Rencananya, kaset-kaset pita itu akan ditranskrip menjadi bentuk digital.

Hal tersebut dikatakan Anies Baswedan, salah satu cucu AR Baswedan yang juga Gubernur DKI Jakarta di sela-sela mengikuti Panel Forum Refleksi Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan di Fakultas Ilmu Sosial UNY, Minggu (9/12/2018).

Anies mengungkapkan, di masa hidupnya, kakeknya selalu merekam percakapan dengan siapapun. Pihak keluarga berencana akan mentranskip isi kaset itu dalam bentuk digital. "Insyaallah ini jadi bahan tulis bagi peneliti," kata Anies, Minggu.

Selain kaset, AR. Baswedan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2018 lalu itu juga banyak meninggalkan koleksi buku. Sebanyak 5.000 buku koleksinya masih disimpan di rumah Anies di Jakarta.

Ada pula peninggalan lain seperti mesin ketik. AR. Baswedan adalah seorang penulis yang rutin mengirimkan artikel setiap seminggu sekali ke koran-koran ternama Indonesia. "Saya ingat, setiap saya diajak beliau ke pertemuan, pasti beliau dikenalkan sebagai Wartawan Tiga Zaman. Zaman Belanda, Jepang, dan Republik," kata Anies.

Kehidupan AR. Baswedan banyak menularkan nilai baik pada anak dan para cucu yakni tentang kedisiplinan, keteguhan hati, dan kemauan bekerja keras. "Kakek [AR. Baswedan] dan nenek adalah partner diskusi yang intens ketika di rumah. Perdebatan di rumah kami itu bebas. Diskusinya bisa panas, bersemangat dalam suasana egaliter," kata Anies.

Salah satu pemateri Panel Forum Fahmi Muqoddas mengatakan AR. Baswedan dikenalnya sebagai pribadi yang sangat menghargai orang lain dan juga menghargai waktu. AR. Baswedan juga tidak menjadikan perbedaan sebagai kendala mewujudkan persatuan. Menurutnya hal itu menjadi contoh untuk membangun persatuan bangsa.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi yang turut memperjuangkan penetapan AR. Baswedan menjadi Pahlawan Nasional mengatakan AR. Baswedan dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat untuk mempersatukan. "Punya semangat nyawiji greget sengguh ora mingkuh seperti pepatah Jawa," katanya.

AR. Baswedan disebutnya nyawiji karena bisa menyatu dengan budaya Indonesia meskipun ia sendiri memiliki keturunan Arab. AR. Baswedan juga tidak memandang siapapun tetapi bagaimana mencapai kemerdekaan Indonesia.