Advertisement
Kaset Rekaman Pahlawan dari Jogja AR. Baswedan Bakal Didigitalisasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Pahlawan Nasional dari Jogja Abdurrahman Baswedan atau yang akrab AR. Baswedan banyak meninggalkan ratusan kaset di rumahnya di Gang Grombol, Karangwuni, Caturtunggal, Depok, Sleman. Rencananya, kaset-kaset pita itu akan ditranskrip menjadi bentuk digital.
Hal tersebut dikatakan Anies Baswedan, salah satu cucu AR Baswedan yang juga Gubernur DKI Jakarta di sela-sela mengikuti Panel Forum Refleksi Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan di Fakultas Ilmu Sosial UNY, Minggu (9/12/2018).
Advertisement
Anies mengungkapkan, di masa hidupnya, kakeknya selalu merekam percakapan dengan siapapun. Pihak keluarga berencana akan mentranskip isi kaset itu dalam bentuk digital. "Insyaallah ini jadi bahan tulis bagi peneliti," kata Anies, Minggu.
Selain kaset, AR. Baswedan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2018 lalu itu juga banyak meninggalkan koleksi buku. Sebanyak 5.000 buku koleksinya masih disimpan di rumah Anies di Jakarta.
BACA JUGA
Ada pula peninggalan lain seperti mesin ketik. AR. Baswedan adalah seorang penulis yang rutin mengirimkan artikel setiap seminggu sekali ke koran-koran ternama Indonesia. "Saya ingat, setiap saya diajak beliau ke pertemuan, pasti beliau dikenalkan sebagai Wartawan Tiga Zaman. Zaman Belanda, Jepang, dan Republik," kata Anies.
Kehidupan AR. Baswedan banyak menularkan nilai baik pada anak dan para cucu yakni tentang kedisiplinan, keteguhan hati, dan kemauan bekerja keras. "Kakek [AR. Baswedan] dan nenek adalah partner diskusi yang intens ketika di rumah. Perdebatan di rumah kami itu bebas. Diskusinya bisa panas, bersemangat dalam suasana egaliter," kata Anies.
Salah satu pemateri Panel Forum Fahmi Muqoddas mengatakan AR. Baswedan dikenalnya sebagai pribadi yang sangat menghargai orang lain dan juga menghargai waktu. AR. Baswedan juga tidak menjadikan perbedaan sebagai kendala mewujudkan persatuan. Menurutnya hal itu menjadi contoh untuk membangun persatuan bangsa.
Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi yang turut memperjuangkan penetapan AR. Baswedan menjadi Pahlawan Nasional mengatakan AR. Baswedan dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat untuk mempersatukan. "Punya semangat nyawiji greget sengguh ora mingkuh seperti pepatah Jawa," katanya.
AR. Baswedan disebutnya nyawiji karena bisa menyatu dengan budaya Indonesia meskipun ia sendiri memiliki keturunan Arab. AR. Baswedan juga tidak memandang siapapun tetapi bagaimana mencapai kemerdekaan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
ASN Sleman Telat Bayar Pajak Kendaraan Terancam Tak Bisa Absen
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Gusti Moeng Gugat Penetapan Nama PB XIV di PN Solo
- Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang
- Pencurian Kamera Rp145 Juta di Mal Sleman, Ibu dan Anak Dibekuk Polisi
- Anggaran Terbatas, DIY Prioritaskan Perbaikan Jalan Panggang-Wonosari
- 133 PMI Dideportasi dari Malaysia, 11 ABK Terseret Kasus Timah Ilegal
- Korban Feri Tenggelam di Filipina Bertambah, 29 Orang Ditemukan Tewas
- Harga Emas Cetak Rekor, Ekonom Ingatkan Ancaman Ketidakpastian Global
Advertisement
Advertisement



