Advertisement
Diyakini Terdapat Harta Karun Tentara Prancis, Sebuah Rumah Tua di Semarang Sering Didatangi Pemburu
Rumah tua di Jatingaleh, Semarang, yang konon tersimpan harta karun peninggalan pasukan Prancis. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Sebuah rumah kuno di Semarang menyimpan misteri harta karun peninggalan tentara Prancis.
Rumah bergaya arsitektur kuno di Jl. Teuku Umar, kawasan perbukitan Jatingaleh, Kota Semarang, itu sudah berusia lebih dari satu abad. Dibangun sejak 1910, rumah yang dari tanjakan Jatingaleh terlihat menyeramkan kala malam hari itu rupanya menyimpan sejuta misteri.
Advertisement
Konon rumah itu merupakan peninggalan warga keturunan Tionghoa yang kaya raya pada masanya, yakni Gwi Tian Ji. Semasa hidup, Gwi terkenal kaya raya meskipun tak bekerja.
Ada asumsi yang menyebutkan jika Gwi karya berkat harta karun yang ditemukan di area sekitar rumahnya. Harta karun itu konon merupakan peninggalan tentara Hindia-Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Willem Janssens pada tahun 1811.
BACA JUGA
Pemilik rumah itu saat ini, Kolonel Purn. Nursahit, membenarkan adanya kisah itu. Ia bahkan sempat didatangi seorang warga negara Prancis, Jean Kneal, yang juga seorang purnawirawan di negaranya.
“Jean Kneal menduga kalau di sekitar rumah ini tersimpan harta karun tentara Prancis. Pastinya, saya kurang tahu karena selama puluhan tahun tinggal di sini juga enggak pernah sepeser pun menemukan harta karun itu,” ujar Nursahit saat dijumpai Semarangpos.com, Sabtu (24/11/2018).
Berkaca dari sejarah, pasukan Prancis memang sempat membangun pertahanan militer di Semarang. Pertahanan militer yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Deandles itu didirikan untuk menghalau serangan tentara Inggris.
Namun kekuasaan Prancis di Hindia Belanda akhirnya berakhir saat masa Janssens yang menggantikan Deandles pada 1811. Saat itu, pasukan Janssens harus menyerah dari pasukan Inggris yang dipimpin Thomas Stamford Raffles.
“Saat diserang itu, pasukan Prancis yang terdesak lari ke selatan. Ada kemungkinan saat mendaki kawasan perbukitan Jatingaleh, kudanya tidak kuat. Jadi harta benda ditinggal atau disembunyikan,” cerita Nursahit.
Nursahit menduga koleganya asal Prancis itu termotivasi mencari harta karun peninggalan Prancis itu setelah melihat catatan sejarah yang dijumpai di negaranya. Catatan sejarah tentara Prancis di Indonesia memang tidak banyak yang ditemukan. Hal itu dikarenakan catatan Deandles maupun Janssens banyak yang dikirim langsung ke Prancis, dilaporkan kepada Kaisar Napoleon Bonaparte.

Kendati belum pernah menjumpai harta karun, Nursahit mengaku rumahnya kerap didatangi para pemburu harta karun. Mereka berkeliling di pekarangannya seluas 3.600 meter persegi sambil membawa peralatan canggih pendeteksi logam.
“Terakhir ya 2017 kemarin. Saya sih biarin saja. Silakan kalau mau mencari. Menurut saya sih harta karun itu sudah enggak ada. Mungkin sudah diambil pemilik sebelumnya [Gwi Tian Ji],” kelakar Nursahit.
Selain didatangi pemburu harta karun, bangunan seluas 800 meter persegi milik Nursahit juga kerap didatangi orang untuk menguji nyali. Rumah tua yang dibeli Nursahit pada 1978 itu memang sangat kuno sehingga dianggap menyimpan banyak misteri, termasuk keberadaan mahkluk halus.
Bahkan, saking seramnya, rumah bercat putih kuning itu sempat digunakan syuting film horor yang diperankan mendiang artis Suzanna pada tahun 1972.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pertumbuhan Ekonomi di Bantul Melemah Dampak Tekanan Geopolitik Global
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
Advertisement
Advertisement



