Advertisement

Kesaksian Warga Jatiyoso Melihat Macan Gunung Lawu, Lalu Cek Kandang, Ternyata 18 Kambing Mati Tercabik

Ponco Suseno
Jum'at, 23 November 2018 - 14:37 WIB
Nina Atmasari
Kesaksian Warga Jatiyoso Melihat Macan Gunung Lawu, Lalu Cek Kandang, Ternyata 18 Kambing Mati Tercabik Anggota polisi, warga, dan petugas Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar saat mengecek hewan ternak, Kamis (22/11 - 2018). (Istimewa/Polres Karanganyar)

Advertisement

Harianjogja.com, KARANGANYAR – Sebanyak 18 ekor kambing milik beberapa warga di Gondang RT 012/RW 008, Wonorejo, Jatiyoso diduga diserang macan Gunung Lawu, Kamis (22/11/2018) pukul 05.00 WIB. Ini bukan pertama kalinya, sebab sebelumnya juga terjadi pada delapan ekor kambing di Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, akhir Oktober 2018.

Foto: Kondisi kambing-kambing setelah diserang. (Istimewa-Polres Karanganyar)

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, jaringan Harianjogja.com belasan kambing di Jatiyoso itu milik warga di daerah setempat, yakni Samino, 50, warga Blanten RT 001/RW 008, Wonorejo;  Minem, 55, warga Gondang Telan RT 002/RW 007, Wonorejo; dan Suwito, 45, warga Gondang Telan RT 002/RW 007, Wonorejo.

Sejauh ini, aparat polisi di Jatiyoso juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Hal itu termasuk warga di Wonorejo lainnya, seperti Sutarno, 50; Mulyono, 45; dan Yarno, 35.

Saksi Sutarno dan Mulyono mengaku sempat melihat macan Gunung Lawu sesaat setelah menyerang kambing milik para peternak di Jatiyoso. Setelah dicek ke kandang para peternak, para saksi melihat sebanyak 18 ekor kambing mati pasca diterkam macan. Hingga sekarang, warga di Jatiyoso sudah tiga kali melihat macan yang datang ke permukiman penduduk.

“Ada 18 ekor kambing [yang mati]. Setelah itu, warga di Jatiyoso resah. Masyarakat juga tak berani bertindak lebih jauh. Terlebih, macan ini termasuk hewan yang dilindungi. Sehingga dilarang membunuh. Kami mengimbau ke warga agar selalu waspada. Kami juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Surakarta. Penyebab turunnya macan ke permukiman warga karena adanya kebakaran hutan [di Gunung Lawu beberapa waktu lalu],” kata Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, Kamis malam.

Cek Lokasi

Advertisement

Foto: Kondisi kambing-kambing setelah diserang. (Istimewa-Polres Karanganyar)

Kepala Seksi (Kasi) Konservasi BKSDA Wilayah I Surakarta, Titik Sudaryanti, belum dapat memberikan keterangan secara detail. Hingga Kamis sore, tim BKSDA Wilayah I Surakarta masih mengecek kondisi di lapangan.

“Saat ini petugas sedang ke lokasi,” katanya singkat.

Advertisement

Berdasarkan data yang dihimpun, macan Gunung Lawu pernah juga menyerangan delapan ekor kambing di kandang ternak milik warga di Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, Selasa-Rabu (30-31/10). Waktu itu, satu ekor kambing sempat digondol macan Gunung Lawu.  Serangan macan Gunung Lawu di Sepanjang yang pertama terjadi di kandang ternak milik Karto Wagiyo, 65, Selasa (30/10) pukul 24.00 WIB.

Satu dari lima ekor kambing milik Karto Wagiyo digondol macan. Kejadian kali kedua berlangsung di kandang ternak milik Arjo Paimin, 50, Rabu (31/10) pukul 23.00 WIB. Macan Gunung Lawu melukai tiga ekor kambing milik Arjo Paimin.

Setelah rutin menggelar ronda setiap malam pascaserangan, warga di Sendang, Sepanjang, Tawangmangu mulai mengendurkan patroli malam, Kamis (8/11). Mulai saat itu, situasi di Sepanjang dinilai sudah kondusif.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Solopos.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kenalkan Potensi Wisata Sleman Barat, Tour de Merapi 2022 Kembali Digelar

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement