Korban Dugaan Penyiksaan di Percetakan Jakpus Masih Trauma
Korban dugaan penyiksaan di percetakan Jakarta Pusat mengaku masih trauma. Said Iqbal memastikan negara menanggung biaya pengobatan korban.
Ilustrasi Pasangan./Reuters
Harianjogja.com, SEMARANG- Foto tangkapan layar percakapan mesum via WhatsApp antara IM anggota DPRD Kota Semarang dari PKS dengan caleg Partai Gerindra RNS bikin geger warga Semarang.
Tak hanya foto obrolan mesum, foto IM dan perempuan caleg Gerindra tengah berdua diduga dalam kamar hotel juga ikut beredar.
Skandal tersebut berakibat pengunduran diri IM dari PKS, Rabu (31/10/2018).
Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono mengatakan, IM sudah mengajukan pengunduran diri. Namun, Ari mengklaim tidak mengetahui apakah alasan pengunduran diri tersebut adalah isu perselingkuhan.
"Hanya ada permintaan dari DPW PKS Jateng, agar IM dicopot mulai dari jabatan pengurus dan keanggotaan legislatifnya di DPRD Semarang. Kini, sedang diproses pergantian antarwaktu [PAW] di DPRD," katanya.
Menurut Ari, PKS sudah menganjurkan kader biasa maupun yang menjabat sebagai anggota dewan untuk mengundurkan diri kalau terlibat masalah. Kalau tidak, akan dipecat.
"Pengunduran diri IM sudah disetujui DPW PKS Jateng. Pengunduran diri IM sejak September 2018," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Korban dugaan penyiksaan di percetakan Jakarta Pusat mengaku masih trauma. Said Iqbal memastikan negara menanggung biaya pengobatan korban.
Prediksi Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026. La Roja difavoritkan menang 2-0 atau 2-1 berkat lini belakang solid.
TNI buka suara soal dugaan keterlibatan Kolonel BU dalam kasus korupsi MBG Rp1,03 triliun, siap koordinasi dengan Kejagung.
Kemenpar dorong paket wisata K-Pop untuk tarik wisatawan asing dan dongkrak ekonomi dari konser internasional di Indonesia.
Malioboro akan jadi kawasan full pedestrian mulai Desember 2026. Kendaraan pribadi, termasuk listrik, dilarang masuk.
Dokter ingatkan penggunaan nebulizer tidak boleh sembarangan karena berisiko efek samping seperti katarak hingga glaukoma.