69 Orang Diamankan, Ricuh Eksekusi Hotel Sultan
Kericuhan eksekusi eks Hotel Sultan, 69 orang diamankan dan 29 luka-luka. Polisi sebut proses sesuai hukum.
Ilustrasi Pasangan./Reuters
Harianjogja.com, SEMARANG- Foto tangkapan layar percakapan mesum via WhatsApp antara IM anggota DPRD Kota Semarang dari PKS dengan caleg Partai Gerindra RNS bikin geger warga Semarang.
Tak hanya foto obrolan mesum, foto IM dan perempuan caleg Gerindra tengah berdua diduga dalam kamar hotel juga ikut beredar.
Skandal tersebut berakibat pengunduran diri IM dari PKS, Rabu (31/10/2018).
Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono mengatakan, IM sudah mengajukan pengunduran diri. Namun, Ari mengklaim tidak mengetahui apakah alasan pengunduran diri tersebut adalah isu perselingkuhan.
"Hanya ada permintaan dari DPW PKS Jateng, agar IM dicopot mulai dari jabatan pengurus dan keanggotaan legislatifnya di DPRD Semarang. Kini, sedang diproses pergantian antarwaktu [PAW] di DPRD," katanya.
Menurut Ari, PKS sudah menganjurkan kader biasa maupun yang menjabat sebagai anggota dewan untuk mengundurkan diri kalau terlibat masalah. Kalau tidak, akan dipecat.
"Pengunduran diri IM sudah disetujui DPW PKS Jateng. Pengunduran diri IM sejak September 2018," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kericuhan eksekusi eks Hotel Sultan, 69 orang diamankan dan 29 luka-luka. Polisi sebut proses sesuai hukum.
Produksi smartphone global diproyeksikan turun 16,2% pada 2026 akibat kenaikan harga memori. Konsumen berpotensi menghadapi harga HP lebih mahal.
BBPK Jogja Digilib resmi diluncurkan di Yogyakarta. Perpustakaan digital ini dapat diakses 24 jam oleh ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
BGN menghentikan Program Makan Bergizi Gratis di 76 sekolah di Pulau Jawa. Anggaran dialihkan untuk balita, ibu hamil, dan wilayah 3T.
Prancis menjadi pemilik skuad termahal Piala Dunia 2026 dengan nilai Rp31 triliun. Inggris, Spanyol, dan Portugal menyusul di belakangnya.
Laporan Kaspersky mengungkap 80% korban pelecehan digital di Asia Pasifik mengalami depresi, trauma, dan dampak sosial yang serius.