Karhutla Gunung Bromo Padam, 1.120 Hektare TNBTS Terbakar

Newswire
Newswire Kamis, 13 Agustus 2026 23:57 WIB
Karhutla Gunung Bromo Padam, 1.120 Hektare TNBTS Terbakar

Petugas gabungan memadamkan kobaran api di Bukit Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Probolinggo\r\n

Harianjogja.com, PROBOLINGGO—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, berhasil dikendalikan dan tidak lagi menunjukkan titik api pada Kamis (13/8/2026) malam. Meski demikian, ratusan petugas gabungan masih bersiaga melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan informasi dari petugas di lokasi menunjukkan seluruh titik api telah padam. Pemantauan tetap dilakukan karena kondisi kawasan yang terbakar masih berpotensi memunculkan kembali titik api.

"Alhamdulillah berdasarkan informasi dari petugas yang berada di lokasi, sudah tidak terlihat titik api. Tapi, petugas akan tetap memantau keesokan harinya," kata Oemar saat dikonfirmasi melalui telepon di Probolinggo, Kamis malam.

Petugas Lakukan Pendinginan

Oemar mengatakan petugas belum meninggalkan lokasi kebakaran. Mereka tetap bersiaga melakukan pendinginan di sejumlah area untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan lain di Gunung Bromo.

"Mudah-mudahan semuanya sudah padam dan tidak ada lagi titik api baru karena semua petugas gabungan berjibaku tanpa henti memadamkan karhutla. Petugas juga membuat sekat bakar untuk mencegah meluasnya titik api," tuturnya.

Upaya penanganan karhutla Gunung Bromo dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Tim gabungan di darat bertugas melakukan pemadaman langsung di lokasi yang terdapat titik api, sedangkan operasi udara dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing.

Sebanyak tiga helikopter digunakan dalam operasi tersebut. Pesawat udara itu bertugas melakukan pemadaman sekaligus pembasahan di dua lokasi, yakni kawasan P30 Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

Ratusan Petugas Dukung Pemadaman

Operasi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga didukung berbagai sarana dan peralatan. Unsur gabungan mengerahkan kendaraan pemadam, peralatan pemantauan, hingga kendaraan untuk menjangkau medan yang sulit.

Sarana yang dikerahkan meliputi enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water drone BNPB, satu unit helikopter water bombing, 70 unit sepeda motor trail, lima unit kendaraan double cabin, serta peralatan pemadaman manual.

Selain operasi pemadaman, petugas juga melakukan patroli darat dan pemantauan dari udara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan munculnya titik api maupun titik panas baru di kawasan TNBTS.

"Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar kawasan hutan," kata Oemar.

Pemantauan Diperkuat SIPONGI

Pemantauan kawasan yang terdampak kebakaran turut diperkuat dengan pengamatan visual dan penggunaan aplikasi Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI). Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi titik panas sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kondisi tersebut membuat petugas masih harus melakukan pengawasan meskipun api telah berhasil dipadamkan. Pendinginan dan patroli menjadi bagian dari upaya memastikan karhutla Gunung Bromo tidak kembali meluas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, luas kawasan TNBTS yang terbakar mencapai 1.120 hektare. Area terdampak tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Pasuruan.

Dengan tidak terlihatnya titik api pada Kamis malam, operasi pemadaman utama telah berhasil mengendalikan karhutla. Namun, petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di kawasan Gunung Bromo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online