Erupsi Anak Krakatau Batalkan 5 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Dua rumah makan khas Manado di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dirusak massa tak dikenal, Selasa (16/10/2018) dini hari. - Suara.com/Muhamad Yasir
Harianjogja.com, JAKARTA- Polisi kini tengah menyelidiki perusakan sejumlah rumah makan khas di Manado oleh massa berpeci di Jakarta Pusat.
Polisi menyebut para pelaku perusak dua rumah makan Manado di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengenderai puluhan sepeda motor.
Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana mengatakan, ada sekitar 50 sepeda motor yang dipakai para pelaku ketika menyerang rumah makan Manado tersebut.
"Menurut saksi yang diperiksa kurang lebih 50-an motor," kata Rosiana saat dihubungi, Rabu (17/10/2018).
Namun demikian, Rosiana belum bisa memastikan apakah para pelaku perusakan itu berasal dari ormas tertentu atau bukan. Sejauh ini, polisi masih mengidentifikasi massa yang melakukan tindakan brutal terhadap rumah makan tersebut.
"Tapi ya untuk pelaku, belum tahu. Karena kita masih cari-cari CCTV. Terus kita masih lidik," kata dia.
Terkait penyelidikan kasus ini, Polsek Cempaka Putih juga berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya untuk mengungkap para pelakunya.
Diketahui, dua rumah makan khas Manado bernama Andy Watung dan Bunaken dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal pada Selasa (16/10/2018) dini hari. Massa juga merusak dua unit mobil di dekat rumah makan tersebut.
Yetty Sofia Watung (50), salah satu pemilik rumah makan Manado Andy Watung mengungkapkan, aksi perusakan itu terjadi setelah dirinya menutup warung.
Saat hendak beristirahat, tiba-tiba Yetty mendengar teriakan massa yang hendak membakar tempat usahanya. Bahkan Yetty mengaku sempat mendengar ada ancaman dari massa untuk membunuh dirinya.
"Selesai berdoa mau pulas tidur, tahu-tahu di luar sudah teriak-teriak bakar saja, bakar, kalau perlu bunuh saja," kata Yetti saat ditemui Suara.com-jaringan Harianjogja.com, kemarin.
Dia juga menyampaikan, jika sebagian massa yang merusak warungnya itu mengenakan kopiah dan didominasi anak muda. Kejadian pengrusakan rumah makan itu berlangsung sekitar 10 menit.
"Mereka rata-rata berpeci terus kebanyakan mereka anak muda mengendarai sepeda motor. Jalan penuh oleh kendaraan mereka," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Astra Financial memperkuat literasi keuangan UMKM DIY agar lebih tertib mengelola arus kas dan siap mengakses pembiayaan resmi.
Persija vs Persib di SUGBK, Sabtu 12 September 2026 pukul 15.30 WIB. Simak susunan pemain resmi, formasi, dan rekor pertemuan terakhir.
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
Daftar susunan pemain PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026. Cleberson jadi kapten PSS, sementara Lulinha masuk daftar cadangan Madura.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.