Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa-Tsunami Menjadi 668 Jiwa

Warga melihat bangunan pusat perbelanjaan yang ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). - Antara Foto/Rolex Malaha
30 September 2018 15:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Presiden Joko Widodo setibanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) siang, langsung meninjau ke berbagai lokasi serta para korban yang dilanda gempa, sedangkan dari Posko Khusus Penanggulangan Bencana diperoleh data sementara korban meninggal dunia bertambah menjadi 668 jiwa.

Kepala Negara beserta rombongan antara lain meninjau Rumah Sakit Provinsi Undata, tempat perawatan dan pengobatan ratusan korban gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter pada Jumat (28/9/2018) lalu yang diikuti dengan serentetan gempa susulan dengan guncangan skala kecil.

Sementara itu dari papan pengumuman yang ada di Posko Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menyebutkan dari 668 korban meninggal dunia, sebanyak 193 jenazah ditangani di Rumah Sakit Undata, 351 jenazah di RS Bhayangkara, 50 jenazah di Masjid Raya, 41 jenazah di Perumnas Balaroa, 20 jenazah di Pantoloan Induk, 11 jenazah di RS Wirabuana, dan dua jenazah di Kayu Malue Pajeko.

Sementara jumlah pengungsi sebanyak 31.230 orang, korban luka-luka sebanyak 632 orang, korban hilang 29 orang, korban tertimbun 140 orang, dan rumah rusak sebanyak 65.713 unit.

Data sementara tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena para petugas dari instansi terkait masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para korban dan data tersebut baru dari Kota Palu, belum dari Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Muotong yang juga dilanda gempa di Sulawesi Tengah.

Dari pengumuman itu juga menyebutkan bahwa sejumlah bangunan dan infrastruktur rusak bakan ambruk, seperti Jembatan kuning, Bandara Mutiara, Hotel Roa Roa, Mall Tatura, Hotel De Syah, berbagai ruas jalan di 12 titik lokasi, RS Anatapura, Anjungan Talise, dan kantor TVRI. Sebagaimana cuitan di akun media sosial twitter, Presiden Joko Widodo ingin memastikan penanganan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah betul-betul menjangkau korban bencana itu.

"Saya ingin melihat sendiri dan memastikan penanganan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah betul-betul menjangkau saudara-saudara kita," kata Kepala Negara.

Sebelumnya, para warga terdampak gempa sangat membutuhkan pasokan makanan, bahan bakar, tenaga medis dan obat-obatan, air bersih, genset, dapur umum, kantong mayat, tenda, dan alas tidur serta selimut.

Banyak warga berdatangan ke Posko Satgas Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, meminta bantuan barang-barang yang sangat dibutuhkan tersebut.

Bahkan sebagian dari mereka ada yang tidak bisa menahan emosinya agar segera mendapatkan bantuan.

Minggu siang ini, cuaca di Kota Palu sangat terik dan para pengungsi masih banyak yang berteduh di bawah-bawah pohon.

Mereka sangat membutuhkan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara mereka setelah rumah-rumah mereka rusak parah bahkan telah ambruk terkena gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang berpusat di di Kabupaten Donggala, puluhan kilometer dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah.

Sebagian warga juga sejak pagi tadi ada yang mengambil bahan-bahan makanan dari berbagai toko serba ada seperti Indomart, Alfamart, dan sejenisnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan warga terdampak gempa untuk mengambil bahan-bahan makanan yang dibutuhkan dari toko serba ada tersebut dan pemerintah akan menggantinya.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu malam (29/9) menjelaskan bahwa Presiden memutuskan meninjau langsung ke Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu untuk mengetahui kondisi saat ini.

"Presiden akan memberikan arahan terkait prioritas yang harus dilakukan, serta keputusan yang diperlukan terkait dengan dampak bencana di lapangan. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan juga pengiriman bantuan," kata Pratikno.

Selain itu, sulitnya melakukan koordinasi dalam menangani dampak gempa dan tsunami akibat terputusnya jalur komunikasi menjadi faktor lain yang membuat Kepala Negara bersegera meninjau langsung ke daerah terdampak gempa dan tsunami.

Dalam kunjungan ke Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ini, Presiden dan rombongan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Surakarta. Rombongan Presiden lepas landas pada pukul 10.07 WIB.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan penggunaan Boeing 737-400 TNI AU dalam kunjungan kali ini dikarenakan kondisi landasan pacu Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

"Landasan pacu yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter dari 2.400 meter landasan pacu yang ada dan kemarin saya bersama rombongan menggunakan jenis pesawat Boeing 737-400," kata Panglima TNI.

Dalam penerbangan ke Palu ini Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Sumber : Antara