Advertisement
Aksi Penduduk di Australia Ini Bikin Koala Kelaparan sampai Mati
Koala - REUTERS/David Gray
Advertisement
Harianjogja.com, SYDNEY-Penyelamat binatang di sebuah pulau Australia di lepas pantai selatan mengatakan, koala mengalami kelaparan hingga mati karena penduduk menebang pohon untuk mencegah kebakaran semak, sehingga menghancurkan habitat dan sumber makanan binatang itu.
Seorang pekerja tempat penampungan di Pulau Raymond tak jauh dari negara bagian Victoria, Wendy Hendriksen mengatakan, setidaknya setiap minggu fasilitas tempatnya bekerja menerima satu koala yang kelaparan.
Advertisement
"Ini memengaruhi koala di semua negara bagian, tidak hanya di sini di Pulau Raymond," ujar ia yang bekerja pada fasilitas seluas 770 hektare ini yang menjadi rumah bagi 250 koala dan 470 orang.
"Sangat terlihat di sini karena kami hanya memiliki satu penampungan untuk semua koala, sehingga kami bisa melihat masalah ke tingkat yang lebih dalam," papar dia seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/8/2018).
BACA JUGA
Australia tengah mengalami cuaca kering yang extrem, meskipun kemarau yang lebih intens menyerang wilayah yang lebih jauh di utara, di negara bagian New South Wales.
Meski demikian, dalam upaya mencegah kebakaran tak terkendali, pembersihan lahan mengancam para koala, yang kebanyakan bertahan hidup dengan makan daun eukaliptus.
Sebagian besar ditemukan di dekat garis pantai Australia, marsupial ini diperkenalkan ke tempat-tempat seperti Pulau Raymond. Hal ini dilakukan untuk membantu mereka bertahan hidup setelah para pemukim Eropa yang tertarik untuk memperdagangkan bulu mereka menembak mereka hampir sampai punah.
Seorang profesor ilmu hayat dan lingkungan di Universitas Sydney Valentina Mella mengatakan, populasi yang dikenalkan itu kerap melampuai lingkungan penangkarannya dan berisiko kelaparan jika pengendalian reproduksi tidak cukup dilakukan.
"Kebakaran semak, khususnya di Victoria, juga menjadi ancaman bagi mereka," kata Mella.
Hukum Australia mengklasifikasikan koala sebagai binatang rentan, dengan jumlah di alam liar kurang dari 90.000, mungkin bahkan 43.000, sesuai estimasi Yayasan Koala Australia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : REUTERS
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Tertabrak Kereta di Grobogan, 4 Tewas Termasuk Anak Balita
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja
- Perlintasan KA Tanpa Palang di Kulonprogo Disorot, Ini Masalahnya
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
Advertisement
Advertisement







