Advertisement

Hilang 6 Tahun, Pemuda Magetan Ditemukan di Madiun dalam Kondisi Seperti Robot

Abdul Jalil
Rabu, 09 Mei 2018 - 22:17 WIB
Nina Atmasari
Hilang 6 Tahun, Pemuda Magetan Ditemukan di Madiun dalam Kondisi Seperti Robot Naaf (kaus biru), pemuda yang menghilang 6 tahun lalu ditemukan di Kota Madiun. (Istimewa/Madiun Care)

Advertisement

Harianjogja.com, MADIUN --Seorang pemuda asal Magetan yang sudah hilang sejak enam tahun lalu ditemukan dan dikembalikan ke orang tuanya.

Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa akhirnya dipertemukan dengan keluarganya di Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Pemuda bernama Naaf, 26, itu menghilang sejak enam tahun lalu.

Advertisement

Informasi yang didapatkan madiunpos.com, Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, hilangnya pemuda itu penuh kisah misteri. Enam tahun lalu, Naaf tak diketahui rimbanya diduga diculik makhluk halus. Pihak keluarga dan warga di desanya pun mengamini hilangnya pemuda itu karena diculik genderuwo.

Ketua Madiun Care, komunitas yang fokus menangani orang bergangguan jiwa, Bima Primaga Yudha, menceritakan pemuda bernama Naaf itu kali pertama ditemukan oleh petugas Satpol PP Kota Madiun yang menggelar razia orang gila pada akhir Februari 2018 lalu. Kemudian pemuda itu dibawa ke Loka Bina Karya milik Dinas Sosial Kota Madiun untuk menjalani perawatan.

Selanjutnya, petugas membawa pemuda yang mengalami gangguan jiwa itu ke Rumah Sakit Jiwa di Malang untuk menjalani perawatan lebih lanjut. "Naaf ini dirawat dan menjalani perawatan di RS selama dua bulan," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Rabu (9/5/2018).

Saat ditemukan, kondisi Naaf sangat buruk. Rambutnya gimbal dan pakaiannya kumal serta badannya kotor. Selain itu, tubuhnya kaku seperti robot.

"Persis kayak robot. Penyakit skizophrenia katatonik memang seperti itu. Dirawat dua bulan kemudian bisa lemas badannya," jelas dia.

Setelah kondisinya membaik, Naaf pun dibawa ke Madiun pada Rabu pekan lalu. Tim sukarelawan Madiun Care pun menerima Naaf. Tim kemudian mulai menginterogasinya untuk mencari tahu identitas pemuda itu.

Awalnya, tim membawanya ke Dispendukcapil Kota Madiun untuk mencari tahu identitasnya. Ternyata data pemuda itu tidak ditemukan dalam sistem. Kemungkinan pemuda itu belum melakukan perekaman e-KTP.

Tim akhirnya memberikan kertas dan bolpoin kepada pemuda itu. Kemudian Naaf menuliskan identitasnya di kertas. "Awalnya kita tidak tahu identitasnya. Pemuda itu kesulitan bicara. Kemudian dia menuliskan identitasnya di kertas yang kita berikan," jelas dia.

Setelah pemuda itu menuliskan identitasnya, sejurus kemudian tim menuju ke desa yang ditulis Naaf. Tim menemui perangkat desa setempat dan menjelaskan mengenai pemuda itu.

"Saya ke kantor kepala desa. Kemudian menjelaskan bahwa kami menemukan anak seperti itu. Dan ternyata benar. Pemuda itu warga situ," jelas Bima.

Pemuda itu kemudian dipertemukan dengan kedua orang tuanya. Suasana haru dan tangis pun pecah saat itu juga. Orang tuanya kaget dan tidak menyangka karena anak yang sudah enam tahun menghilang bisa kembali di hadapan mereka.

Bima mengatakan berdasarkan pengakuan orang tua Naaf, pemuda itu menghilang saat sore hari pada enam tahun lalu. Keluarga pun sempat mencarinya ke berbagai tempat. Bahkan keluarga sempat melaporkan kehilangan ini ke pihak kepolisian, minta bantuan orang pintar, dan membuat pengumuman kehilangan di berbagai tempat.

Tapi, usaha itu tidak membuahkan hasil. Sejak saat itu, keluarga dan tetangga meyakini Naaf menghilang diculik genderuwo. Keluarga pun sudah mengikhlaskannya.

"Pemuda ini saat menghilang sudah mengalami depresi atau gangguan jiwa. Keluarga pun sempat ga percaya kalau anaknya yang telah lama hilang ditemukan lagi," terang dia.

Mengenai aktivitas Naaf selama enam tahun menghilang, ujar Bima, pemuda itu belum bisa bercerita karena kondisinya belum memungkinkan. Saat ini fokus utamanya menyatukan Naaf dengan keluarganya.

Kepala UPTD Loka Bina Karya Kota Madiun, Sudarsono, mengatakan Naaf merupakan salah satu pasien di UPTD Loka Bina Karya sejak Februari lalu. Naaf juga telah menjalani perawatan di RSJ Lawang Malang.

Naaf menurut dia mengalami skizophrenia katatonik atau salah satu jenis gangguan jiwa dengan ciri respon lambat. Naaf dipulangkan ke keluarganya lantaran kondiisnya dinilai sudah cukup membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Solopos

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Anggota DPR RI Sebut Perlu Ada Honor untuk Pengambil Sampah Rumah Tangga di Jogja

Jogja
| Kamis, 25 April 2024, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement