Begini Canggihnya Rudal Tomahawk yang Mau Dikirim ke Ukraina
“Kami membahas hal itu, dan kita lihat nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Trump kepada wartawan
Bendera PBB. - UN.org
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah negara menolak resolusi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengakui Negara Palestina. Mereka mendukung solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.
Sidang Umum PBB pada Jumat (12/9/2025) menyepakati Deklarasi New York. Dalam resolusi yang bersifat tidak mengikat tersebut, sebanyak 142 negara mendukung Negara Palestina, sedangkan 10 negara menolak, dan 12 lainnya abstain.
”Dalam Sidang Majelis Umum PBB yang diikuti 193 negara anggota, sebanyak 142 negara mendukung resolusi yang mengesahkan dokumen tersebut,” tulis PBB dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (15/9/2025).
BACA JUGA: Guterres Kecam Serangan Drone Israel Dekat Pasukan Perdamaian PBB
Di sisi lain, sebanyak 10 negara menolak resolusi PBB tersebut, termasuk Amerika Serikat dan Israel sendiri. Selain itu, Argentina dan Hungaria juga menolak. Negara tetangga Indonesia, Papua Nugini juga menyatakan penolakannya terhadap Resolusi New York.
Resolusi yang disusun Prancis dan Arab Saudi lahir dari konferensi tingkat tinggi di New York pada Juli lalu. Dokumen tersebut menetapkan peta jalan bertahap untuk mengakhiri konflik hampir delapan dekade, sekaligus mengecam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 lainnya.
Deklarasi tersebut juga mengecam serangan balasan Israel di Gaza yang menimbulkan bencana kemanusiaan, dengan lebih dari 64.000 korban jiwa menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Teks resolusi menyerukan agar Otoritas Palestina memegang kendali penuh atas semua wilayah Palestina, dengan Hamas menyerahkan senjata dan kekuasaan di Gaza.
Selain itu, PBB didorong membentuk misi stabilisasi internasional sementara untuk melindungi warga sipil, mengawasi gencatan senjata, serta menjamin keamanan kedua belah pihak.
Resolusi juga menekankan pentingnya pengakuan global terhadap Palestina, sembari memperingatkan bahwa langkah-langkah sepihak yang ilegal mengancam terbentuknya negara Palestina merdeka.
Melansir Newsweek, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mentah-mentah dengan menyatakan, “tidak akan ada negara Palestina.” AS pun menyebut resolusi itu sebagai aksi panggung yang keliru dan tidak tepat waktu.
Sebaliknya, utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menilai hasil tersebut mencerminkan “kerinduan hampir semua pihak untuk membuka pintu perdamaian,” sekaligus mendesak pihak-pihak yang memilih “perang dan kehancuran” agar mendengarkan suara Majelis Umum.
Sejak lama AS menyebut solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian abadi, seperti dalam Kesepakatan Oslo 1993 dan KTT Camp David 2000. Namun, Washington konsisten menolak pengakuan sepihak terhadap Palestina dan berkeras status kenegaraan hanya bisa lahir dari negosiasi langsung dengan Israel.
Negara-negara yang menolak Deklarasi New York:
1. Argentina
2. Hungaria
3. Amerika Serikat
4. Tonga
5. Israel
6. Mikronesia
7. Nauru
8. Palau
9. Papua Nugini
10. Paraguay
Negara-negara yang abstain:
1. Albania
2. Kamerun
3. Ceko
4. Republik Demokratik Kongo
5. Ekuador
6. Ethiopia
7. Fiji
8. Guatemala
9. Sudan Selatan
10. Samoa
11. Makedonia Utara
12. Moldova
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
“Kami membahas hal itu, dan kita lihat nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Trump kepada wartawan
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.