Advertisement
Soal Kecelakaan di Bromo, Kemenhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Korban kejahatan - kecelakaan / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang penumpang bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
BACA JUGA: Kecelakaan di Bromo, 8 Meninggal Dunia
Advertisement
"Ini kita teman-teman KNKT sedang melakukan investigasi, nah kita menunggu hasil KNKT," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Kemenhub Ahmad Yani ditemui di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Yani menuturkan dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi berbagai langkah strategis diambil Kemenhub, yakni melaksanakan Training of Trainers (ToT) kepada perusahaan angkutan, agar pegawai dapat menjadi ahli dalam mendidik pengemudi masing-masing.
Dia menyatakan program ToT tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perusahaan angkutan dalam memberikan pembinaan kepada para pengemudi, sehingga keselamatan dan kepatuhan berkendara dapat lebih ditingkatkan secara berkelanjutan.
"ToT terhadap pegawai perusahaan angkutan untuk di ToT kan menjadi ahli untuk mendidik driver mereka masing-masing," ujarnya.
Kemenhub menegaskan pemeriksaan juga dilakukan terhadap armada bus, termasuk pengecekan dari sisi karoseri, untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran teknis maupun masalah yang memicu kecelakaan.
Selain itu, pihaknya turut memeriksa aspek kelalaian pengemudi yang berpotensi menjadi faktor penyebab kecelakaan, guna memastikan seluruh aspek keselamatan benar-benar ditelusuri secara menyeluruh dan profesional.
"Kalau armada tentunya dilihat apakah itu melanggar atau tidak, tentunya dari karoserinya. Ini lagi dicek, apakah ada pelanggaran terhadap kendaraannya, atau kesalahan pengemudinya, ini kita cek," ujarnya pula.
Kemenhub menargetkan tindak lanjut kebijakan akan diputuskan setelah hasil investigasi resmi KNKT keluar, sehingga rekomendasi pencegahan kecelakaan serupa dapat dijalankan secara tepat dan efektif. "Nunggu hasil (investigasi) KNKT," kata Yani lagi.
Sebelumnya, kecelakaan maut kendaraan bus Hino IND'S 88 Nopol P-7221-UG yang membawa rombongan keluarga karyawan RSBS Jember dikemudikan Al Bahri dengan kernet Mergi, membawa penumpang 52 orang turun dari Gunung Bromo.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada saat kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, kendaraan itu mengalami gagal fungsi rem, sehingga laju kendaraan tetap ke kanan menabrak pembatas jalan sebelah kanan, kemudian menabrak sepeda motor nomor polisi N-2856-OE pada Minggu (14/9) sekitar pukul 11.45 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut sebanyak delapan orang meninggal dunia, sedangkan sisanya mengalami luka berat dan ringan yang dirawat di RSUD Dr Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







