Advertisement
Rayuan Maut Poros Ketiga Pilpres, Viva Yoga : PAN dan Demokrat Sudah Melekat
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Wacana poros ketiga kubu dalam Pilpres 2019 hingga kini masih bergulir.
Partai Amanat Nasional (PAN) masih membuka peluang untuk membentuk poros ketiga bersama Partai Demokrat dan PKB pada Pilpres 2019. Bahkan, PAN merayu Partai Demokrat untuk mewujudkan hal itu.
Advertisement
"Kami dengan Demokrat bukan lagi dekat, tapi melekat," kata Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2018).
Yoga optimistis bisa menghadirkan tiga pasang calon pada Pilpres 2019. Namun, PAN menyerahkan hal itu kepada Partai Demokrat. "Kalau untuk tiga pasangan calon masih memungkinkan. Tergantung keseriusan dari Partai Demokrat," jelasnya.
BACA JUGA
Yoga menyebut PAN, Demokrat dan PKB masih belum memutuskan secara formal calon presiden yang akan diusungnya. Karena itu, ia menganggap peluang membentuk poros ketiga masih ada. Dia menambahkan, jika ketiga partai itu bergabung maka syarat ambang batas pencalonan presiden tercukupi.
"Karena kalau asumsinya, Gerindra-PKS 20,17 persen; kemudian PAN, PKB dan Demokrat 27,85 persen, jadi masih memenuhi syarat UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, presidential threshold 20 persen atau 112 kursi DPR RI," jelas Yoga.
Kendati demikian, dinamika perpolitikan masih dinamis. Berbagai peluang pun masih sangat mungkin terwujud. Karena itu, Yoga meminta publik bersabar hingga batas akhir pendaftatan capres, yakni pada 10 Agustus 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Stigma Sosial Hambat Penemuan Kasus TBC di Kulonprogo
- Kasus Perampokan di Boyolali, Polisi Dalami Orang yang Diduga Pelaku
- Ribuan Ternak Bantul Disuntik Vaksin PMK Sejak Awal 2026
- Pakar Ungkap Cara Orang Tua Hadapi Tekanan Tren pada Remaja
- Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Kekerasan Verbal Guru
- Ketua OJK Mahendra Siregar Resmi Mundur Bersama Dua Pejabat
- Dana Hibah Pariwisata Sleman Diduga Dongkrak Elektabilitas Kustini
Advertisement
Advertisement




