Advertisement
Heroik! Perempuan Palestina Berada di Baris Depan saat Bentrok di Jalur Gaza
Pasukan Israel menangkap seorang perempuan Palestina pengunjuk rasa dalam sebuah protes menuntut Israel membebaskan remaja Palestina bernama Ahed Tamimi, dekat Penjara Ofer Israel dekat kota Ramallah Tepi Barat, Kamis (28/12/2017). - REUTERS/Mohamad Torokman
Advertisement
Harianjogja.com, GAZA-Bentrokan yang terjadi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, Jumat (13/4/2018) diwarnai pemandangan langka. Perempuan Palestina berada di garis depan.
Tembakan gencar peluru dan gas air mata oleh tentara Israel tidak menghalangi perempuan demonstran untuk bergabung dalam protes mingguan di daerah perbatasan Jalur Gaza.
Advertisement
Ribuan orang Palestina berkumpul di bagian timur Jalur Gaza untuk menggelar protes mereka dalam pertemuan terbuka Jumat ketiga berturut-turut guna menentang Israel.
Sebagai bagian dari pertemuan terbuka enam-pekan yang diberi nama "Pawai Akbar Kepulangan", yang dimulai pada 30 Maret, rakyat Palestina menggelar lima pertemuan terbuka di bagian timur Jalur Gaza di sepanjang perbatasan dengan Israel untuk berdemonstrasi.
Pawai tersebut direncanakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari setelah peringatan ke-70 kemerdekaan Israel tapi diperingati oleh rakyat Palestina sebagai Hari Nakba, atau "Hari Bencana".
Pada Jumat ketiga pawai itu, perempuan melemparkan batu ke arah tentara Israel sementara yang lain mengibarkan bendera Palestina di sepanjang pagar pembatas.
Perempuan lain membawa ban karet dan mengangkutnya buat demonstran yang membakar ban itu guna menghalangi daya pandang tentara Israel guna menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan pemrotes.
"Kehadiran saya pada pertemuan terbuka ini ialah untuk membantu kaum pria dalam perjuangan nasional," kata Salsabil, seorang perempuan yang berusia 23 tahun, selama protes di Kota Gaza kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.
Salsabil, yang berasal dari pengungsi dari Kota Jaffa di Israel, mengatakan demonstrasi damai itu memerlukan keikut-sertaan semua unsur masyarakat.
"Bergabung dalam protes semacam ini membawa kami lebih dekat dengan kembali ke rumah kami. Kami dipaksa meninggalkannya," kata wanita itu, sambil memegang batu di tangannya.
Perempuan muda tersebut mengatakan ia tahu berbahaya buat dia untuk berada di tempat semacam itu, tapi ia menegaskan bahwa penting buat semua perempuan untuk terlibat dalam masalah nasional mereka.
Di dekat Salsabil, Sarah (20) membawa ban mobil buat demonstran dan membantu para pemuda menarik kawat berduri yang dipasang oleh tentara Israel di luar pagar perbatasan.
"Perempuan Palestina adalah bagian yang menyatu dalam masyarakat ... hari ini mereka membuktikan ini," kata Sarah setelah ia memberikan satu ban mobil kepada pemrotes bertopeng.
"Perjuangan nasional dan mempertahankan hak pengungsi untuk pulang tak terbatas pada kaum pria. Perempuan Palestina selalu berada di garis depan," kata perempuan itu dengan bangga.
Selama protes Jumat, satu orang Palestina tewas dan sedikitnya 968 orang lagi cedera dalam bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara Israel di bagian timur Jalur Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tabrakan Ertiga dan Freed di Sentolo, Tujuh Orang Luka
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Skor Persib vs Persija, H2H dan Susunan Pemain
- Eddy Hiariej: Ada Tiga Isu Pidana yang Tak Bisa Disamakan
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Status Siaga Darurat Diperpanjang, BPBD DIY Minta Masyarakat Waspada
- Alarm Berbunyi, Warga Wonosari Gagal Curi Kotak Infak di Bantul
- Arema vs Persik: Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- Ribuan Warga Tempur Terisolasi Akibat Longsor di Jepara
Advertisement
Advertisement



