Advertisement
Prabowo Putuskan Kirim Pasukan ke Gaza 28 Februari 2026
Foto ilustrasi prajurit TNI. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan keputusan terkait pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir pada 28 Februari 2026.
Penegasan ini disampaikan menyusul berkembangnya informasi mengenai keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilitas Internasional di Jalur Gaza, termasuk rencana kontribusi personel militer dalam jumlah signifikan.
Advertisement
Kepala Biro Info Pertahanan Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan pembaruan detail sebelum ada arahan resmi dari Presiden.
“Saya belum bisa meng-update karena masih menunggu kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 28 nanti,” katanya kepada pers di Jakarta, Rabu malam.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah pakem yang akan menjadi arahan pimpinan tertinggi, termasuk terkait jumlah personel, komposisi, lokasi penugasan, serta waktu pelaksanaan.
“Dan hal ini sudah disuarakan ke seluruh jajaran TNI maupun Kemenhan, termasuk kepala Puspen TNI, kepala Dinas Penerangan (matra TNI), dan seluruh pejabat untuk menahan diri dan tidak menyampaikan hal yang mungkin nantinya malah menimbulkan disinformasi,” katanya.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, Indonesia menyatakan kesediaannya menjadi bagian dari Badan Perdamaian, badan multilateral bentukan Presiden Donald Trump, untuk mengupayakan perdamaian di Jalur Gaza.
Indonesia bahkan didapuk menjadi negara yang petinggi militernya akan menjabat sebagai wakil komandan Pasukan Stabilitas Internasional bentukan badan tersebut. Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut Indonesia siap mengirimkan pasukan militer dalam jumlah signifikan.
Selain isu pengiriman pasukan ke Gaza, Rico Sirait juga menyinggung pembentukan 4.000 aparatur sipil negara (ASN) menjadi personel Komponen Cadangan (Komcad) yang dijadwalkan mengikuti pendidikan dan latihan selama enam pekan mulai April 2026.
“Sekarang sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23/2019 tentang PSDN. Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela,” katanya.
Ia menegaskan bahwa secara prinsip, syarat menjadi personel Komponen Cadangan adalah sukarela tanpa unsur paksaan atau kewajiban.
"Kami hanya memberikan kuota jumlah orang yang dibutuhkan dari masing-masing kementerian dari 49 kementerian yang ada,” katanya.
Rico mencontohkan, kuota setiap kementerian akan disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang tersedia. Misalnya, jika satu kementerian memiliki 1.000 pegawai dan kementerian lain 500 pegawai, maka kuota yang diberikan dapat berbeda sesuai kebutuhan.
Menurut dia, seluruh calon peserta akan melalui proses seleksi untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan fisik yang memadai.
“Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya diproses secara administrasi,” katanya.
Pelaksanaan pendidikan dan latihan Komponen Cadangan kali ini akan dibagi dalam dua gelombang, masing-masing berlangsung selama satu setengah bulan.
“Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026, UBS Rp3,099 Juta per Gram
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 25 Februari 2026 Lengkap
- Mudik Gratis 2026 DKI Jakarta Dibuka, Cek Jadwal dan Syaratnya
- Revitalisasi Jembatan Kewek Jogja: Trotoar 2 Meter dan Ada Taman Kota
- Magang Nasional 2026 Ditargetkan Hadir di 38 Provinsi
- Peringatan Dini BMKG Rabu, Waspada Hujan Petir
- 200 Dosen Ikuti Diklat Pancasila BPIP di Semarang
Advertisement
Advertisement







