MAHASISWA UII MENINGGAL : Kampus Meminta 35 Peserta Diksar Periksa Kesehatan

Selasa, 24 Januari 2017 08:20 WIB
MAHASISWA UII MENINGGAL : Kampus Meminta 35 Peserta Diksar Periksa Kesehatan

Ibunda saat menunjukkan foto korban saat masih SMA. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)

Mahasiswa UII meninggal terus diusut tuntas

Harianjogja.com, SLEMAN - Investigasi terhadap dua mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal saat mengikuti agenda  Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping XXXVII akan dilakukan secara tuntas dan transparan.

Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=787164">MAHASISWA UII MENINGGAL : Surat Kesehatan Peserta Diksar Tidak Ditentukan

Terkait pentingnya surat keterangan dokter keterangan dokter Wakil Rektor III Abdul Jamil menegaskan, hal itu mutlak wajib dilampirkan.

"Ini yang kami evaluasi, untuk kegiatan-kegiatan ke depan mungkin kami perlu merekomendasikan cek kesehatan khusus sehingga semua risiko peserta bisa diminimalisasi," papar  Abdul, Senin (23/1/2017)

Pihaknya saat ini juga langsung memeriksan kondisi fisik seluruh peserta yang ikut dalam Diksar itu. Ada 35 peserta yang harus menjalani pemeriksaan medis. 33 peserta mendapatkan perawatan di RS JIH. Sementara dua peserta menjalani pemeriksaan di Klaten karena berdomisili di wilayah itu.

"Satu peserta harus opname karena memiliki riwayat bronkitis," papar Abdul.

Fokus yang juga masih menjadi bahan pendalaman saat ini adalah keputusan panitia membawa Syaits Asyam ke Jogja hingga akhirnya meninggal dunia di RS Bethesda, Sabtu (21/1/2017). Dia meninggal  sehari setelah Muhammad Fadli menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan dari basecamp Diksar menuju Puskesmas Tawangmangu, Jumat (20/1/2017),

Dari laporan awal, Abdul menuturkan,panitia tetap membawa Syaits ke Jogja karena permintaan korban.

"Katanya si korban ini menyatakan masih kuat melanjutkan perjalanan ke Jogja. Hingga akhirnya sampai sini langsung dilarikan ke Bethesda, tapi setelah Subuh kondisinya memburuk,tambah diare dan lemas," jelasnya.

Syaits ini pun, sebagaimana keterangan panitia, sejak awal sudah tidak direkomendasikan ikut. Tapi karena korban bersikukuh, panitia memperbolehkan.

"Kami juga akan meminta keterangan dari peserta untuk kebenaran kasus ini. Sementara dari panitia dulu, tadi kami mintai keterangan 20 orang," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online