Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019). /Ist-Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma\'ruf mendukung langkah aparat gabungan TNI dan Polri dalam menjaga dan memulihkan keamanan negara dari aksi anarkis massa.
"Kami sangat prihatin dan turut berduka atas peristiwa unjuk rasa yang berakibat adanya korban di Tanah Abang, Jakarta, dini hari kemarin. Tentu peristiwa itu tidak kita semua inginkan," kata Jubir TKN Ace Hasan Syadzily, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam.
TKN memercayakan kepada aparat keamanan untuk bekerja secara profesional agar dapat mengendalikan situasi dan menciptakan suasana menjadi kondusif kembali.
"Kami berpandangan bahwa hak setiap warga negara menyampaikan pendapatnya di muka umum, apalagi aksinya tersebut dilakukan dengan cara-cara yang damai, tertib dan aman. Namun, hal itu harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata dia.
TKN menyesalkan kepada pihak-pihak yang mengklaim bahwa aksi-aksinya berlangsung damai, namun kenyataannya justru berlangsung anarkis dengan pelemparan batu, pembakaran dan memprovokasi aparat keamanan.
"Ini semua harus dihentikan. Bahkan harus ditelusuri secara tuntas aktor di belakang aksi-aksi perusuh tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujar Ace.
TKN meminta aparat keamanan tegas kepada siapapun pihak yang menjadi otak atau dalang dibalik penggerak pelaku-pelaku anarkis tersebut.
TKN mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh dengan berbagai informasi hoaks dan menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing.
Dilaporkan Antara di kawasan Jalan MH Thamrin, sejak Rabu siang hingga malam, kelompok massa aksi 22 Mei memang seolah terbagi menjadi dua.
Pertama, kelompok yang memang menyuarakan aspirasi dengan damai, tertib dan bersahabat. Yang kedua, kelompok provokator yang mencoba memanas-manasi aparat dan massa aksi damai dengan petasan dan bom molotov.
Kedua massa itu sekilas tampak sama namun berbeda. Massa aksi damai menyuarakan aspirasi dengan damai menggunakan pengeras suara, melakukan shalat berjamaah, dan berbuka puasa bersama aparat TNI/Polri kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Sementara massa provokator mulai banyak muncul menjelang Maghrib, cenderung berusia muda serta berperangai keras dan berteriak-teriak tidak jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.