Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Harianjogja.com, BANDUNG — Habib Bahar bin Smith masih disidangkan. Kakek dari salah satu korban peganiayaan Bahar bin Smith mengungkap kondisi cucunya, Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki usai dianiaya Bahar bin Smith. Ia melihat cucunya bonyok dan botak dan mengaku dianiaya Bahar bin Smith.
Hal tersebut disampaikan, Kakek Zaki bernama Oo Sunaryo saat hadir di persidangan memberikan keterangan terkait dugaan penganiayaan yang dialami cucu keduanya itu dalam sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip, Kota Bandung, Kamis (4/10).
Mulanya, pertemuan terakhir Oo dengan Zaki sebelum babak belur saat Zaki pamit hendak pergi ke Bali bersama Cahya Abdul Jabar yang juga merupakan korban penganiayaan Bahar.
Ia mengaku awalnya tidak mengizinkan cucunya untuk pergi ke Bali. Namun akhirnya ia mengizinkan karena Zaki mengaku akan menghadiri sebuah acara di Bali bersama rekannya Cahya Abdul Jabar.
"Bapak sebenarnya enggak ngizinin, cuma saat itu dia minta doa saja. Saya nanya sama siapa dia pergi, dibilang sama Jabar mau ada acara tapi nggak dijelasin acaranya apa," kata Oo.
Sejak kepergian cucunya itu, Oo tak lagi melihat Zaki.
Tiga hari berselang, Oo baru melihat lagi Zaki. Oo kaget saat itu melihat kondisi Zaki yang sudah babak belur.
"Saat itu dia menutupi badannya pakai sprei. Tapi wajahnya masih kelihatan. Wajahnya babak belur, ada memar terus ada luka merah di matanya. Kepalanya juga botak padahal sebelumnya enggak. Terus di kepala ada luka seperti kepentok besi. Jalannya juga pincang," tutur Oo.
Melihat kodisi cucunya itu, lantas Oo bertanya apa penyebab hingga akhirnya Zaki seperti itu. Namun Zaki berbelit dan tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Dia cuma cerita dikeroyok di daerah Yasmine lalu dibawa ke daerah Parung," kata dia.
Setelah pernyataannya itu, jaksa lantas membacakan berita adara pemerikasaan (BAP) Oo di persidangan.
Dalam BAP-nya yang dibacakan oleh jaksa, Oo menyebut bahwa Zaki dikeroyok di Tajul Alawiyyin yang merupakan pesantren Bahar.
Oo lantas menanyakan siapa yang memukul. Zaki lantas menjawab yang melakukan pemukulan ialah Habib Bahar.
"Benar seperti itu saksi?," tanya jaksa.
"Benar," jawab Oo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.