Beras Premium untuk MBG, Bulog Tegaskan Bukan Beras Fortifikasi

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 23:07 WIB
Beras Premium untuk MBG, Bulog Tegaskan Bukan Beras Fortifikasi

Petugas Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Cindaga, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Perum Bulog memastikan beras premium dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan pemerintah. Produk yang digunakan untuk kebutuhan tersebut akan memakai identitas Beras Kita Premium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penggunaan beras premium untuk MBG mengikuti arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga,” kata Rizal seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Menurut Rizal, beras premium untuk kebutuhan MBG tetap menggunakan produk Beras Kita Premium. Identitas tersebut akan digunakan pada kemasan beras yang disalurkan untuk kebutuhan program tersebut.

“Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, tetap menggunakan beras premium. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium,” ujarnya.

Bukan Beras Fortifikasi

Rizal menjelaskan Bulog tidak menggunakan produk tersendiri dengan label beras fortifikasi untuk pasokan MBG yang dimaksud.

Namun, dia belum merinci volume beras premium yang akan dialokasikan secara khusus untuk MBG. Begitu pula dengan waktu dimulainya penyaluran serta mekanisme distribusi beras tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rizal menegaskan beras premium yang diproduksi Bulog merupakan produk komersial. Produk tersebut tidak menggunakan beras yang berada dalam skema pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

Pemerintah sebelumnya pada awal September 2026 telah menyepakati penggunaan identitas Beras Kita untuk produk beras pemerintah. Identitas tersebut mencakup Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium.

Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras yang digunakan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara itu, Beras Kita Premium merupakan produk premium yang dipasarkan Bulog.

Kemasan Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026.

Bulog menyatakan Beras Kita Premium dipasarkan tanpa subsidi. Hal ini berbeda dengan Beras Kita Medium yang digunakan dalam program pemerintah.

Beras Fortifikasi untuk Kelompok Rentan

Secara terpisah, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman pada 15 September 2026 menegaskan beras fortifikasi secara umum bukan pengganti beras premium.

Beras fortifikasi merupakan pangan khusus yang ditujukan bagi kelompok rentan. Kelompok tersebut antara lain balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat miskin.

Badan Pangan Nasional juga tengah memperketat pengawasan terhadap beras fortifikasi. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan produk dengan klaim kandungan gizi yang tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebanyak 25 merek bermasalah dari 11 pelaku usaha telah mendapatkan peringatan. Produk dari pelaku usaha tersebut juga terpantau menghentikan produksinya pada awal September.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online