Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah perlu memperkuat perencanaan mitigasi risiko untuk menghadapi potensi anomali iklim El Nino. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gangguan produksi dan distribusi pangan yang dapat memicu tekanan kenaikan harga pada 2027.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu risiko yang perlu mendapat perhatian pemerintah di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Hal itu disampaikan Mari seusai menghadiri Kontan Economic & Demographic Forum di Jakarta, Selasa. Menurut dia, potensi dampak El Nino perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berlanjut menjadi persoalan pasokan pangan dan harga.
El Nino diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026. Dampaknya juga berpotensi berlanjut pada tahun depan sebelum kondisi iklim beralih menuju La Nina.
Menurut Mari, El Nino dapat memicu kekeringan yang berdampak terhadap produksi pangan. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi sejumlah komoditas.
Gangguan cuaca mulai berpotensi memengaruhi distribusi barang sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi. Mitigasi diperlukan agar gangguan tersebut tidak menjalar ke ketersediaan pasokan dan akhirnya mendorong kenaikan harga.
“Ini pangan harus benar-benar kita waspadai, karena harga pangan tentunya, ketersediaan pangan dan harga pangan perlu kita waspadai,” ujarnya.
Peralihan El Nino ke La Nina
Mari menambahkan tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah tidak berhenti pada El Nino. Peralihan menuju La Nina juga perlu masuk dalam perencanaan mitigasi karena peningkatan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir.
Kondisi tersebut berpotensi kembali mengganggu produksi pangan maupun distribusi barang. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan mitigasi secara menyeluruh.
Mitigasi tersebut mencakup upaya menjaga produksi pangan, memastikan kelancaran distribusi, serta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana alam.
Risiko Ekonomi hingga 2027
Selain faktor cuaca, perekonomian Indonesia menuju 2027 masih menghadapi sejumlah tekanan eksternal. Ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dan tingginya harga minyak menjadi sejumlah risiko yang dapat memengaruhi perekonomian domestik.
Mari memperkirakan harga minyak masih berada pada level tinggi hingga 2027. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perkembangan konflik geopolitik di sejumlah kawasan.
Di luar berbagai risiko tersebut, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) juga menjadi tantangan yang perlu direspons Indonesia. Menurut Mari, tantangan tersebut perlu menjadi perhatian pada tahun ini maupun tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.