El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 22:17 WIB
El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai

Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah perlu memperkuat perencanaan mitigasi risiko untuk menghadapi potensi anomali iklim El Nino. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gangguan produksi dan distribusi pangan yang dapat memicu tekanan kenaikan harga pada 2027.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu risiko yang perlu mendapat perhatian pemerintah di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Hal itu disampaikan Mari seusai menghadiri Kontan Economic & Demographic Forum di Jakarta, Selasa. Menurut dia, potensi dampak El Nino perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berlanjut menjadi persoalan pasokan pangan dan harga.

El Nino diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026. Dampaknya juga berpotensi berlanjut pada tahun depan sebelum kondisi iklim beralih menuju La Nina.

Menurut Mari, El Nino dapat memicu kekeringan yang berdampak terhadap produksi pangan. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi sejumlah komoditas.

Gangguan cuaca mulai berpotensi memengaruhi distribusi barang sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi. Mitigasi diperlukan agar gangguan tersebut tidak menjalar ke ketersediaan pasokan dan akhirnya mendorong kenaikan harga.

“Ini pangan harus benar-benar kita waspadai, karena harga pangan tentunya, ketersediaan pangan dan harga pangan perlu kita waspadai,” ujarnya.

Peralihan El Nino ke La Nina

Mari menambahkan tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah tidak berhenti pada El Nino. Peralihan menuju La Nina juga perlu masuk dalam perencanaan mitigasi karena peningkatan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir.

Kondisi tersebut berpotensi kembali mengganggu produksi pangan maupun distribusi barang. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan mitigasi secara menyeluruh.

Mitigasi tersebut mencakup upaya menjaga produksi pangan, memastikan kelancaran distribusi, serta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana alam.

Risiko Ekonomi hingga 2027

Selain faktor cuaca, perekonomian Indonesia menuju 2027 masih menghadapi sejumlah tekanan eksternal. Ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dan tingginya harga minyak menjadi sejumlah risiko yang dapat memengaruhi perekonomian domestik.

Mari memperkirakan harga minyak masih berada pada level tinggi hingga 2027. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perkembangan konflik geopolitik di sejumlah kawasan.

Di luar berbagai risiko tersebut, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) juga menjadi tantangan yang perlu direspons Indonesia. Menurut Mari, tantangan tersebut perlu menjadi perhatian pada tahun ini maupun tahun depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online