Kasus Suap HGB Summarecon: KPK Beberkan Aliran Uang Rp1,5 Miliar
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.
Dua bocah lusuh ditemukan warga di lokasi penyekapan. /Okezone-Aini Lestari
Harianjogja.com, BATAM - Nasib tragis dialami dua bocah laki-laki berinisial AK,2 dan RHM, 3, di Batam.
Keduanya ditemukan warga dalam keadaan lusuh dan kelaparan di sebuah bangunan kosong yang berada di Perumahan Central Park, Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis 21 Agustus sekira pukul 21.00 WIB malam. Dua bocah ini diketahui ditelantarkan dan dikurung oleh pamannya.
Kedua bocah ini ditemukan pertama kali oleh Yuli, warga yang kebetulan melintas di depan bangunan kosong tak beratap dan berlantai yang berada di sebelah rumah Suryanto, paman korban. Kala itu, Yuli mendengar tangisan kedua anak ini dari dalam bangunan kosong tersebut. Merasa ada yang tidak beres, Yuli mencoba mendekati bangunan tersebut dan melihat dua bocah dalam keadaan lusuh.
"Saya lewat dan mendengar suara tangisan anak-anak. Awalnya saya tidak menyangka suara itu berasal dari bangunan kosong itu. Tapi setelah saya telusuri, suara itu dari sana. Makanya saya cek ke sana," ujarnya.
Setelah mendapati keduanya, lanjut Yuli, ia langsung membawanya ke rumah Ketua RT setempat. Namun sebelumnya, Yuli sempat melihat ke arah rumah Suryanto dan mendapati dua orang anak Suryanto tengah asik menonton televisi.
"Setelah bermusyawarah dengan perangkat RT dan sejumlah warga, akhirnya disepakati untuk membawa anak ini ke kantor polisi. Apalagi saat ditemukan keduanya lusuh, kelaparan dan ada luka memar di beberapa badannya," kata Yuli.
Sementara itu, Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku masih mendalami kasus ini guna mengetahui penyebab pasti kedua bocah tersebut berada di dalam bangunan kosong.
"Masih kami dalami karena saat ditemukan, korban lusuh, kelaparan dan ada beberapa bekas luka. Saat ini, keduanya masih berada di RSUD Embung Fatimah untuk menjalani visum dan pemeriksaan," katanya.
Dalimunthe juga membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan Suryanto yang tak lain adalah paman korban. Ia mengaku pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pria yang memiliki 4 orang anak tersebut. "Masih kita periksa. Perkembangannya nanti akan kami infokan," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, AK dan RHM dititipkan oleh kedua orangtuanya kepada Suryanto yang merupakan paman korban. Kedua orangtua korban diketahui bekerja di Timor Leste.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 usai membekuk Nepal 3-0. Skuad Garuda siap melakoni laga penentu juara grup.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Presiden Prabowo terima laporan Kapolri soal 95 korporasi yang sengaja bakar hutan. Pemerintah instruksikan pencabutan izin hingga proses pidana.
Kemenhaj memblokir akses SISKOPATUH dua travel umrah setelah muncul persoalan keberangkatan dan kepulangan jamaah.