Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, SURABAYA- Aksi main hakim sendiri terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Seorang penjambret tewas setelah tertangkap massa dan "dihakimi" beramai-ramai usai beraksi di Jalan Raya Darmo.
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengidentifikasi penjambret nahas tersebut bernama Bambang alias Anggoro, usia 22 tahun, warga Jalan Ronggowarsito Surabaya.
"Sebenarnya petugas kami yang sedang berpatroli sudah berhasil mengamankan pelaku dari pelampiasan massa yang marah. Kami sempat membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Tapi karena kondisi lukanya yang terbilang cukup parah akhirnya nyawanya tak tertolong," ujar Kepala Unit Reserse Mobil Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Bima Sakti dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (19/6/2018) sore.
Menurut dia, Bambang ketika itu tidak beraksi menjambret sendirian, melainkan berboncengan bersama rekannya berinisial Fa, usia 20 tahun, warga Jalan Kupang Krajan Surabaya.
"Keduanya menjambret telepon seluler milik korban seorang gadis berusia 20 tahun yang melintas mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Darmo Surabaya. Namun, korban kemudian segera mengejarnya," katanya.
Kejar-kejaran terjadi hingga di Jalan Arjuno Surabaya. Saat itu bahan bakar sepeda motor yang dikendarai pelaku habis sehingga lajunya terhenti. Teriakan korban mengundang massa di sekitar yang lantas spontan menghakiminya.
Pelaku Fa, lanjut dia, juga terluka parah akibat amukan massa. Namun, nyawanya masih tertolong.
Bima memastikan penyelidikan terhadap Fa terus berlangsung sembari menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Menurut pengakuannya, pasangan penjambret ini telah beraksi sebanyak lima kali di beberapa ruas jalan Kota Surabaya. Sampai sekarang kami masih mengembangkan penyelidikan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.